Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Melihat Kemeriahan Haul Ki Ageng Tarub, Leluhur Orang Grobogan



Reporter:    /  @ 18:00:51  /  16 November 2016

    Print       Email
Arak-arakan gunungan dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub di Desa Tarub, Grobogan, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Arak-arakan gunungan dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub di Desa Tarub, Grobogan, Rabu (16/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Suasana Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Rabu (16/11/2016) berbeda dari biasanya. Ribuan warga tampak berada di luar rumah, terutama di sekitar lapangan desa setempat. Puluhan kendaraan, sejak pagi hingga sore juga terlihat lalu lalang di sepanjang jalan utama desa.

Meriahnya suasana desa ini disebabkan adanya tradisi tahunan yang dilangsungkan. Yakni, Haul Ki Ageng Tarub, seorang tokoh besar dan dianggap sebagai leluhur orang Grobogan.

“Peringatan Haul Mbah Tarub (Ki Ageng Tarub) rutin dilangsungkan tiap tahun. Suasananya selalu meriah karena hampir semua warga desa terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Sumardi (65), warga setempat.

Ada berbagai kegiatan yang dilangsungkan dalam peringatan haul tokoh besar yang disebut-sebut punya istri seorang bidadari bernama Nawang Wulan itu. Pada pagi hingga siang, ada pagelaran wayang berkah di Balai Desa Tarub. Setelah itu dilanjutkan acara seremonial di tempat yang sama.

Terlihat hadir dalam kesempatan itu, Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursahid dan Kepala Badan Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto. Tampak pula, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Moh Arifin. Acara haul juga dihadiri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wulansari berserta rombongan dari Keraton Surakarta.

Usai seremonial di balai desa, dilanjutkan acara yang dinanti-nantikan warga. Yakni, arak-arakan gunungan dari balai desa menuju Lapangan Desa Tarub yang berjarak sekitar 1 km.

Dua buah gunungan berisi aneka hasil bumi serta makanan teradisional diarak dengan berjalan kaki. Sedianya, gunungan itu akan jadi rebutan warga di tengah lapangan.

Namun, ketika pengusungnya baru memasuki jembatan menuju lapangan, ada beberapa orang yang sudah mengambil barang yang ada di gunungan tersebut. Akibatnya, ratusan warga lainnya langsung ikut berhamburan merebut gunungan karena khawatir tidak kebagian.

“Yang paling menarik dan ditunggu warga adalah acara rebutan gunungan ini. Kalau tidak bisa dapat isi gunungan, rasanya kurang puas,” cetus Indah, salah seorang warga yang rela berjibaku demi mendapatkan dua buah jagung muda itu.

Usai rebutan gunungan, peringatan haul dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di Makam Ki Ageng Tarub. Dalam acara ini, ada ribuan orang yang ikut serta. Selain warga setempat, banyak pula peziarah dari desa sekitar bahkan luar kota.

Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursahid menyatakan, Haul Ki Ageng Tarub ini masih terus digelar sejak ratusan tahun lalu. Tepatnya, pada tanggal 15 bulan Safar.

“Acara haul ini, di sisi lain bisa digunakan sebagai penunjang potensi Desa Tarub yang baru saja ditetapkan jadi desa wisata. Soalnya, setiap pelaksanaan haul ini ada ribuan orang yang datang ke Desa Tarub,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →