Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Terendam Air, Tanaman Bawang Merah di Grobogan Terpaksa Dipanen Lebih Awal



Reporter:    /  @ 20:00:20  /  15 November 2016

    Print       Email
Petani bawang merah di Kecamatan Penawangan terpaksa melakukan panen lebih dini karena sawah terendam air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petani bawang merah di Kecamatan Penawangan terpaksa melakukan panen lebih dini karena sawah terendam air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meluapnya Sungai Serang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan petani bawang merah di wilayah Kecamatan Penawangan,Grobogan, terpaksa memetik tanaman lebih awal. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar jika tanaman terlalu lama terendam air.

“Tanaman yang saya panen ini umurnya sekitar 40 hari. Idealnya, masa panen dilakukan ketika tanaman umur 55-60 hari,” ujar Sigit, petani bawang merah di Penawangan.

Meski dipetik lebih awal, produksi tanaman masih cukup banyak. Namun, bobotnya dan kualitasnya kurang dan harga jualnya juga lebih rendah dibandingkan kalau panen dilakukan pada waktu ideal.

“Beberapa waktu lalu, saya sempat panen normal dan laku Rp 37 ribu sekilonya. Sekarang, karena panen lebih awal, harganya cuma laku Rp 15 ribu. Lumayan masih bisa panen dan laku terjual sehingga uangnya bisa dipakai untuk musim tanam berikutnya,” jelas pria yang punya areal bawang merah sekitar 1,5 hektare tersebut.

Sementara itu, Kabid Holtikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Grobogan Imam Sudigdo mengatakan, akibat meluapnya Sungai Serang memang banyak areal bawang merah yang tergenang air. Dari pendataan yang dilakukan, areal bawang merah dengan usia tanaman 10-45 hari yang tergenang sebanyak 35 hektare.

Menurut Imam, salah satu upaya supaya petani tidak mengalami kerugian terlalu besar adalah memanen lebih awal. Khususnya, untuk tanaman yang usianya sudah berkisar 40 hari karena sudah ada isinya.

“Risiko panen dini hasilnya memang tidak bisa maksimal. Tapi daripada terendam lebih lama maka kerugian bisa makin besar karena bawang merah bisa busuk,” katanya.

Untuk tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan, besar kemungkinan masih bisa diselamatkan. Dengan catatan, air tidak menggenangi tanaman dalam jangka lama. Jika hanya tergenang satu sampai dua hari maka tanaman bawang merah masih bisa kuat hingga masa panen.

Terkait dengan kondisi itu, pihaknya akan mengajukan bantuan ke Kementrian Pertanian untuk petani bawang merah yang sawahnya terendam. Dikatakan, pada banjir Oktober lalu, di wilayah Gubug, Tegowanu, dan Godong, pihaknya juga mengajukan bantuan sebanyak 6 ton benih bawang merah untuk membantu petani yang arealnya kebanjiran.

“Saat banjir Oktober lalu, ada sekitar 5 hektare areal bawang merah yang tergenang. Permohonan bantuan sudah kita ajukan tetapi belum disetujui. Kami berharap, bantuan ini bisa segera direalisasikan sehingga bisa meringankan beban petani,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →