Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ternyata Pabrik Gula Cocok Kalau Didirikan di Jepara Utara



Reporter:    /  @ 07:30:43  /  15 November 2016

    Print       Email
Seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya di PG Rendeng Kudus. (MuriaNewsCom)

Seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya di PG Rendeng Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Berbagai kalangan mendorong pembangunan pabrik gula baru di kawasan Jepara bagian utara hingga perbatasan Kabupaten Pati. Upaya ini dinilai efektif untuk menggenjot tingkat produksi gula dan sekaligus “mengejar” target swasembada gula tahun 2018.

Litbang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Ari Wachid mengatakan kawasan mulai Bangsri, Kabupaten Jepara hingga Puncel, Kabupaten Pati strategis jadi lokasi pembangunan pabrik gula baru, baik yang dikelola swasta maupun pemerintah. Tebu hasil pertanian di kawasan Jepara, Kudus hingga Pati bagian utara yang selama ini digunakan sebagai bahan gula tumbu atau bahan baku industri kecap diyakini bisa menjual tebunya jika ada pabrik gula baru yang didirikan di wilayah tersebut.

“Jika pabrik gula baru itu bisa dibangun di sana maka akan berkontribusi positif bagi produksi gula baik di Jateng maupun nasional. Diperkirakan tiap hari dari kawasan itu bisa menghasilkan 3.000 ton per hari saat musim giling,” kata Ari.

Pasokan bahan baku untuk pabrik gula baru itu tidak hanya pertanian tebu yang sudah eksis, namun bisa dari lahan milik instansi pemerintah di kawasan itu yang potensial digarap menjadi lahan tebu.¬†“Jika pabrik gula baru maka mesin produksinya bisa maksimal. Kalau pabrik lama semisal PG Rendeng Kudus untuk menghasilkan 1 kg gula butuh biaya hingga Rp10.750. Tapi kalau pabriknya bagus biaya 1 kg gula hanya Rp7.250 atau lebih rendah lagi,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid. Menurut anggota Dewan yang komisinya bermitra dengan BUMN itu, ada sekitar 3000 lahan milik PTPN IX di kawasan Bangsri, Balong, Jepara utara hingga perbatasan Pati yang bisa digarap menjadi lahan tebu. Selama ini, lahan itu diolah untuk tanaman perkebunan seperti kopi dan karet yang usianya sudah tua.

Selain di Jepara, lahan serupa juga terdapat di Kabupaten Karanganyar, Pekalongan hingga Brebes. Lahan itu juga bisa dialihkan untuk areal tebu sehingga bisa memasok bahan baku pabrik gula di sekitarnya.”Komisi VI memang mendorong agar ada akselerasi sektor tebu. Sebab meski ditarget swasembada gula tahun 2018 namun perhatian pemerintah sektor itu masih minim. Makanya perlu langkah-langkah terobosan,” terang politisi Gerindra asal Jepara ini.

Wachid juga menyoroti lambannya proses revitalisasi mesin produksi pabrik gula milik pemerintah. Salah satunya PG Rendeng, Kudus. Menurutnya, karena berbelitnya¬† administrasi hingga kini progam revitalisasi itu masih dalam proses lelang. Dan pekerjaan fisiknya memakan waktu dua tahun sejak 2017 – 2018.¬†“Padahal target swasembada gula ditarget 2018. Makanya perlu upaya terobosan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →