Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Masyarakat Rembang Disebut Masih Kurang Peduli Terhadap Keamanan Tempat Wisata



Reporter:    /  @ 22:08:35  /  14 November 2016

    Print       Email
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rembang tengah menikmati snorkling di Karimunjawa, yang sekaligus untuk mendapatkan inspirasi pengelolaan wisata yang nantinya akan diterapkan pada wisata alam di Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rembang tengah menikmati snorkling di Karimunjawa, yang sekaligus untuk mendapatkan inspirasi pengelolaan wisata yang nantinya akan diterapkan pada wisata alam di Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Selama dua hari mulai dari Sabtu (12/11/2016) hingga Minggu (13/11/2016) , perwakilan desa-desa wisata yang ada di Rembang diajak oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) belajar tentang pengembangan dan pengelolaan wisata di Pulau Karimunjawa Jepara.

Pada hari pertama kunjungan, Sabtu (12/11/2016) mereka menikmati snorkling di sekitar Pulau Menjangan Besar, menikmati pemandangan di Pulau Cemara dan yang terakhir ke Pulau Tanjung Gelam sekitar pulau Karimunjawa.

Setelah sampai di sana para kepala desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mendapat inspirasi terhadap pembangunan wisata yang akan dipraktikkan di Rembang. Inspirasi tersebut dilihat dari mulai kesadaran masyarakat akan pariwisata yang ada di Karimunjawa, menjaga ekosistem laut juga tentang multiplayer efek dari hidupnya pariwisata di Karimunjawa.

Ketua Pokdarwis Desa Punjulharjo Rembang Muhammad  Ali Mustofa mengatakan, bahwa dirinya sangat terinspirasi dengan wahana wisata snorkling dan diving yang ada di Karimunjawa.”Lautnya bersih dan bagus, sehingga bisa dipraktikkan di Pantai Karangjahe. Sebab Pantai Karangjahe Rembang juga memiliki potensi untuk snorkling semacam itu,” katanya.

Dia menilai, potensi terumbu karang, ekosistem laut juga  banyak sekali yang ada di Karangjahe untuk diadakan paket snorkling. Pihaknya juga optimis jika snorkling menjadi salah satu daya tarik di Karangjahe, dan akan bisa menarik wisatawan asing untuk berkunjung.”Ke depannya tentunya  akan kita pikirkan bagaimana untuk bisa mendapatkan peengadaan peralatannya tersebut. Yang penting ini sudah memiliki inspirasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Lurah Kutoharjo Purwanto, yang juga sebagai Ketua Paguyuban Pokdarwis se-Kabupaten Rembang juga mengaku kagum terhadap kepedulian seluruh masyarakat di Karimunjawa. “Sebab pelayanan kepada wisatawan sangat bagus termasuk saling menjaga keamanan. Mereka saling kompak untuk menjaga potensi wisata di Jepara,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, bilamana ada salah seorang wisatawan membutuhkan pertolongan semuanya akan sudah sigap. Selain itu, keamanan di sana juga apik. Sebab sepeda motor di luar dengan masih ada kontak menggantung di sepeda motor juga tak ada masalah.

Sementara itu di Rembang, katanya, masyarakat belum merasa memiliki hal tersebut. Yang peduli masih sebatas beberapa saja, padahal dengan datangnya wisatawan akan berdampak kepada masyarakat juga.

Disaat yang sama, satu nelayan setempat yang juga nahkoda kapal wisata,Robiin mengakui, kesadaran warga di Karimunjawa sangat tinggi dalam hal pariwisata. “Kita sama-sama menjaga keamanan wilayah,karena aman membuat wisatawan nyaman juga,” paparnya.

Kabid Pariwisata Dinbudparpora Rembang Murni Nurfi’ah mengungkapkan, alasan ke Karimunjawa karena memiliki kemiripan wilayah. Terdapat banyak pulau yang bisa dikembangkan seperti Karimunjawa. Sedangkan di Rembang juga ada Pulau Marongan dan lainnya.

“Bedanya di sana sejak dulu sudah ada yang tinggal di pulau,sedangkan di pulau-pulau Rembang tidak ada yang tinggal. Ini yang harus kita pikirkan, pulau yang ada kita sinergikan dengan  masyarakat yang ada di sekitarnya,”pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →