Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Wartawan Korban Intimidasi Oknum Karyawan PLTU Rembang Bakal Siapkan Saksi Ahli



Reporter:    /  @ 21:00:52  /  14 November 2016

    Print       Email
Salah satu wartawan yang diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum karyawan PLTU Rembang sedang mengikuti pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu wartawan yang diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum karyawan PLTU Rembang sedang mengikuti pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menyiapkan saksi ahli terkait proses hukum kasus dugaan kekerasan oknum pekerja PLTU Sluke terhadap wartawan Rembang, saat meliput korban kecelakaan kerja di RSUD dr. R. Soetrasno bulan Agustus silam.

Ketua Lembaga Advokasi Wartawan PWI Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir menjelaskan, pihaknya akan memilih Sucipto, mantan Pemimpin Redaksi Koran Wawasan. Di mana, Sucipto dianggap sebagai sosok wartawan senior di Jawa Tengah yang sangat memahami Undang – undang Pers.”Selain faktor senior, Sucipto juga berintegritas dan secara kebetulan beberapa kali pernah menjadi saksi ahli dalam kasus kekerasan dengan korban wartawan,” kata Petir.

Selain itu, beberapa waktu lalu pihaknya diminta oleh penyidik Reskrim Polres Rembang untuk menyiapkan saksi ahli. “Sekarang, saksi ahli sudah ditetapkan, tinggal bagaimana komitmen Polres Rembang untuk cepat menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari yang bersangkutan. Keterangan saksi ahli yang merupakan pakar kewartawanan, untuk lebih memperjelas masalah, bahwa siapapun tidak boleh menghalangi wartawan saat proses peliputan. Apalagi sampai mengintimidasi, demi menutup akses informasi,” ungkapnya.

Setelah pemeriksaan saksi ahli, pihaknya berharap penyidik menjadi lebih mantap serta menaikkan status hukum ke tingkat penyidikan, sekaligus menetapkan tersangka pelakunya.

Sementara itu, Kasat Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka berjanji segera menyampaikan informasi tertulis tentang perkembangan penanganan kasus. “Yang jelas belum naik ke penyidikan. Soal pemeriksaan saksi ahli, pihaknya akan mengkonfirmasi lagi PWI Jawa Tengah,” ucapnya.

Perlu diketahui, 4 orang pekerja PLTU Sluke menjadi korban kecelakaan kerja. 2 diantaranya tewas. Saat korban menjalani perawatan di RSUD dr. R Soetrasno Rembang, tanggal 18 Agustus 2016 lalu, para pegawai PLTU melarang wartawan meliput peristiwa tersebut. Terlebih ada handphone salah satu wartawan yang sempat direbut dan dihapus file – file fotonya.

Selain itu, wartawan juga mendapatkan ancaman akan dikeroyok dan dibunuh, ketika kepergok mengambil gambar. Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Polres Rembang. Meskipun pihak PLTU mengajak berdamai dengan melalui jalur kekeluargaan, namun mayoritas wartawan di Rembang tetap menempuh ranah hukum.Sementara itu, di tengah perjalanan, dari 6 orang saksi wartawan, 2 wartawan memilih mencabut laporan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →