Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Kisah Mariatun, Perempuan Bersemangat Baja demi Kesejahteraan Keluarganya



Reporter:    /  @ 14:30:58  /  14 November 2016

    Print       Email
Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Potensi perempuan memang luar biasa. Seperti itu juga yang dimiliki seorang perempuan bernama Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Apa yang dilakukannya demi membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru. ”Saya melalui perjalanan hidup yang memang tidak mudah. Bermula dari ketidakmampuan saya untuk mewujudkan keinginan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” katanya.

Bisa dibayangkan bagaimana keinginan kuat Mariatun untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memang sangat kuat. Apalagi mengingat dirinya sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), tidaklah mudah.

”Soalnya saya sekolah dari SD sampai SMA itu dengan beasiswa. Semuanya dari beasiswa. Hanya saja, karena sudah tidak ada biaya lagi dari orang tua, maka terpaksa harus berhenti sampai SMA saja,” paparnya.

Kondisi ekonomi orang tuanya, memang membuat Mariatun harus mengubur impiannya untuk kuliah layaknya teman-temannya yang lain. Usai menikah dan memiliki satu anak, keinginannya untuk meningkatkan kemampuan dirinya agar bisa menyejahterakan keluarga, semakin meningkat.

Peluang yang ada, selalu diambilnya. Berbagai kesempatan untuk bisa membangun sebuah keluarga yang sejahtera, juga diambilnya. Kemauannya untuk belajar memang sangat tinggi.

”Namun belum mencukupi juga. Sampai akhirnya, saya menemukan peluang itu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Sebenarnya sudah sejak anak saya usianya dua tahun saya ikut BLK. Tapi karena waktu itu tidak bisa saya tinggal, akhirnya saya berhenti ikut pelatihan,” tuturnya.

Baru saat anaknya berusia tujuh tahun, keikutsertaannya di BLK berlanjut. Dia memilih untuk mengikuti pelatihan menjahit, yang mengajarkannya ilmu dan praktik dari awal sampai akhir. ”Diajari semua. Mulai dari nol sampai akhirnya benar-benar bisa. Dan saya berpikir, kenapa tidak dari dulu saja saya ikut kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” katanya.

BLK adalah salah satu bentuk dari program kegiatan yang dibuat Pemkab Kudus, dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima setiap tahunnya. Pelatihan di BLK ini sebagai salah satu dari amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kini, saya sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya terima di BLK, ke kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar ikut pelatihan di BLK ini. Dan saya juga ingin menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan lainnya di sana,” imbuh Mariatun.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →