Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Elevasi Sungai Lusi Mendekati Puncak, Warga Kota Purwodadi Siaga Banjir



Reporter:    /  @ 12:20:35  /  14 November 2016

    Print       Email
Kondisi Sungai Lusi terlihat penuh akibat naiknya debit air dalam beberapa hari terakhir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi Sungai Lusi terlihat penuh akibat naiknya debit air dalam beberapa hari terakhir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kewaspadaan terhadap ancaman banjir saat ini harus lebih ditingkatkan. Khususnya bagi mereka yang tinggal di sepanjang aliran dua sungai besar di Kota Purwodadi. Yakni, Sungai Lusi dan Glugu. Kondisi ini dipicu naiknya elevasi sungai itu seiring turunnya hujan deras di daerah hulu dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan di lapangan, kondisi Sungai Lusi di utara Kota Purwodadi sudah mulai penuh airnya. Elevasi air sudah hampir sejajar dengan tanggul sungai. Di beberapa titik, air sungai sudah merembes ke arah pemukiman. Namun, rembesan ini volumenya masih kecil dan belum membahayakan.“Sejak tadi malam, kita sudah diminta waspada. Soalnya, air Sungai Lusi terus naik,” kata Agus Winarno, warga Kampung Jajar, Purwodadi.

Dampak naiknya debit Sungai Lusi, juga mulai berimbas di kawasan perkotaan. Di mana, ruas jalan KS Tubun, tepatnya depan Kantor Kejaksaan Negeri tergenang air setinggi 15 cm.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Grobogan Agus Sulaksono menegaskan, saat ini, pihaknya memang menetapkan status siaga untuk kawasan kota. Sebab, pantauan terakhir Senin (14/11/2016) siang, elevasi Sungai Lusi berkisar 9,4 meter.

Ruas jalan KS Tubun, tepatnya depan Kantor Kejaksaan Negeri tergenang air setinggi 15 cm akibat naiknya debit Sungai Lusi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ruas jalan KS Tubun, tepatnya depan Kantor Kejaksaan Negeri tergenang air setinggi 15 cm akibat naiknya debit Sungai Lusi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Ketinggian air ini cukup rawan karena batas maksimal elevasi sungai Lusi berkisar 10 meter. Meski demikian, masyarakat kita minta tidak perlu panik karena kami sudah melakukan monitoring terus dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Selalu waspada tetapi tetap tenang,” katanya.

Menurutnya, ketika elevasi sudah masuk 9 meter, sebagian kawasan biasanya sudah mulai ada yang kebanjiran akibat melimpasnya air sungai. Agus menyatakan, naiknya elevasi sungai, khususnya Sungai Lusi itu memang sudah diantisipasi jauh hari sebelumnya. Di mana, anggota penanganan bencana sudah diminta siaga serta memonitor elevasi sungai secara rutin. Selain itu, anggota juga sudah menyiapkan peralatan penanganan banjir jika sewaktu-waktu diperlukan.

Dijelaskan, dari pengalaman banjir dua kali pada akhir tahun 2007 lalu memang bisa dipantau dari tingginya elevasi Sungai Lusi. Di mana, jika elevasi sungai ini tinggi maka aliran air dari Sungai Glugu maupun anakan Sungai Lusi dari arah pegunungan akan tertahan. Akhirnya, air sungai yang tidak bisa masuk ke Sungai Lusi ini akan meluber ke perkampungan penduduk.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →