Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pilihan Petinggi Jepara Rawan Ditunggangi Kepentingan Paslon Bupati



Reporter:    /  @ 12:16:44  /  14 November 2016

    Print       Email

pilpet-2-1024x607

MuriaNewsCom, Jepara – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kabupaten Jepara mewaspadai potensi adanya “tangan panjang” paslon peserta pilkada dan tim kampanye saat pemilihan petinggi (pilpet) yang digelar serentak, Senin (14/11/2016) ini.

Dikhawatirkan iming-iming bantuan dalam berbagai bentuknya dari paslon kepada calon petinggi tak hanya berimbas perhelatan pilpet tak berjalan demokratis. Namun juga berbuntut upaya “balas budi” yang mencederai Pilkada Jepara karena adanya mobilisasi petinggi untuk kemenangan paslon tertentu.

Komisioner Panwas Pilkada Kabupaten Jepara Muhammad Oliz mengatakan gawe pilpet sangat mungkin dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan terkait pilkada. Caranya, pihak tertentu itu membantu biaya pemenangan calon petinggi.

Timbal baliknya, jika menang dan terpilih maka petinggi tersebut harus ganti membantu memenangkan pihak tertentu itu saat gawe pilkada yang digelar sekitar tiga bulan mendatang.

“Ini harus diwaspadai karena istilahnya tak ada makan siang gratis. Upaya balas budi sangat mungkin terjadi. Kalau petinggi yang didukung paslon itu jadi maka dia pasti juga ganti membantu. Padahal petinggi termasuk daftar pihak-pihak yang dilarang menjadi tim sukses paslon pilkada,” kata Oliz.

Senin ini (14/11) ada 24 desa se-Kabupaten Jepara yang menggelar pilpet serentak. Puluhan desa itu tersebar di berbagai kecamatan yang ada di Kota Ukir.
Berdasar pengalaman di berbagai daerah, kata Oliz, tim sukses petinggi juga menjadi tim paslon saat pilkada. Hal ini sangat mungkin sekali terlebih momen pilpet dan pilkada berdekatan dan hanya berselang beberapa bulan saja.

“Semisal ada upaya timbal balik apa saja itu termasuk yang kita pantau. Terpenting saat pilkada jangan sampai ada petinggi atau perangkat desa yang ikut dalam dukung mendukung paslon tertentu, apalagi sampai menggunakan fasilitas milik pemerintah,” ujarnya.

Terkait hal ini, Panwas Pilkada Jepara sudah menginstruksikan jajaran panwascam hingga personel Panitia Pengawas Lapangan (PPL). Jajaran panwas di tingkat kecamatan hingga desa diharapkan terus memantau dan mengawasi “hiruk pikuk” gawe pilpet di wilayahnya masing-masing.

“Pilpet mestinya memang bukan ranah panwas pilkada. Tapi itu tetap ada hubungannya dengan gawe pilkada makanya juga kita kawal,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →