Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ribuan Santri Kudus Punya Pesan untuk Bangsa Ini



Reporter:    /  @ 14:30:09  /  13 November 2016

    Print       Email
mlaku-bareng-santri-1-e

Ribuan santri dari berbagai sekolah atau madrasah dan pondok pesantren di Kudus, mengikuti kegiatan Mlaku-mlaku Bareng Santri, yang diawali di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (13/11/2016). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus adalah salah satu wilayah yang relijius. Ribuan santri berada di kota ini, adan memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh penduduk negeri.

Pesan itu disampaikan saat kegiatan Mlaku-mlaku Bareng Santri (MMBS) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU Kudus, pada Minggu (13/11/2016), di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Ribuan santri itu, bersama-sama dengan kiai mereka, membagikan pesan yang teramat dalam maknanya. Misalnya saja, ”NKRI Harga Mati”, ”Nusantara (NU, Santri dan Tentara Bersatu)”, ”Kudus No Drugs”, ”Kudus Nol % Alkohol”, ”Kudus No Karaoke”, dan ”Kedepankan Islam Ramah Bukan Islam Marah”, memenuhi lokasi acara.

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus HM Sarmanto Hasyim mengutarakan kegiatan MMBS ini selain untuk menghormati jasa-jasa para kiai dan pahlawan, juga ingin menunjukkan bahwa Kudus itu benar-benar Kota Santri.

”Santri di Kudus ini adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. MMBS adalah salah satu sarana untuk silaturahmi para santri Kudus yang jumlahnya sangat besar. Kegiatan ini saja, pesertanya lebih dari 30 ribu peserta,” paparnya.

Didampingi Ketua Panitia Hidayat Noor, Sarmanto mengatakan jika beragam pesan ini menjadi penting, karena banyak kasus-kasus sosial yang merebak. Khususnya peredaran narkoba yang merajalela saat ini. Hingga persoalan yang mengarah pada disintegrasi.

”Melalui MMBS ini, kami para santri juga ingin mengingatkan, bahwa Indonesia ini adalah negara yang masyarakatnya beragam atau plural. Kendati Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk rakyatnya, namun founding fathers tetap memiliki republik sebagai bentuk negara, karena melihat realitas sosio kultural hingga agama yang juga beragam,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Sarmanto juga berpesan, agar orang Islam di Indonesia tidak mudah dipecah belah dengan berbagai isu yang berkembang. ”Islam itu agama damai. Maka mesti mengendepankan Islam ramah, bukan menjadi Islam yang pemarah,” tegasnya.

Sementara Ketua Panitia Hidayat Noor menjelaskan, peserta yang mencapai 30 ribu lebih ini, berasal dari para santri di lingkungan pondok pesantren dan madrasah atau sekolah NU di Kudus. Mereka penuh semangat menyusuri rute yang ditentukan, yakni dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ke selatan melewati Jalan A Yani, Plasa Kudus, lalu menuju Jalan Wachid Hasyim, sampai Perempatan Pekojan, dan finish kembali di Alun-alun Simpang Tujuh.

”Kami sangat mengapresiasi semangat para santri yang luar biasa ini. Kami juga menyediakan beragam doorprize yang menarik. Antara lain 1 unit sepeda motor, 5 buah sepeda gunung, 1 buah mesin cuci, lemari es, televisi, dan beragam hadiah lain,” katanya.

Acara ini juga akan dimeriahkan dengan panggung hiburan seperti tongtek, senam dzikir MANU BANAT, fashion show dari SMKNU Banat yang mendunia, serta paduan suara an-Nahdlah dari Jakarta. Ada juga donor darah dan pengobatan alternatif dari Banser Wira Husada (Barada).

Turut hadir dan membaur di tengah puluhan ribu peserta MMBS, Rois Syuriah PCNU Kudus KHUlil Albab Arwani, Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi beserta pengurus NU dan badan otonomnya, Bupati Kudus H Musthofa, dan kalangan legislatif.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →