Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kadinas Pendidikan Grobogan Janji Kerahkan Pelajar ke Desa Banjarejo untuk Wisata Edukasi Sejarah



Reporter:    /  @ 10:00:10  /  13 November 2016

    Print       Email
Sejumlah pelajar sedang mendengarkan penjelasan tentang benda purbakala dari Kades Banjarejo Ahmad Taufik.(kanan). Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pelajar sedang mendengarkan penjelasan tentang benda purbakala dari Kades Banjarejo Ahmad Taufik.(kanan). Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya menjadikan koleksi benda bersejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus untuk jadi salah satu sarana edukasi bagi siswa sekolah mendapat respon positif dari dinas terkait. Hal itu ditegaskan langsung Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono saat dimintai komentarnya.

“Koleksi benda bersejarah yang ada di Desa Banjarejo layak dijadikan sarana edukasi. Kami mendukung langkah ini dan ke depan, para pelajar akan kita kerahkan ke sana. Para pengawas sudah saya perintahkan untuk menyampaikan pada pihak sekolah supaya siswanya diajak berkunjung ke Banjarejo,” katanya.

Menurut Karsono, koleksi yang ada di Banjarejo saat ini sudah beragam dan merupakan peninggalan dari beberapa era peradaban. Hal inilah yang menjadikan koleksi di sana bisa dijadikan sarana edukasi bagi para pelajar.“Di sana ada benda purbakala yang sudah ratusan jumlahnya. Benda era peradaban megalitikum, Hindu-Budha dan awal masuknya Islam juga ada. Jadi, koleksinya sudah cukup lengkap,” jelasnya.

Terkait dengan bakal ramainya pelajar yang datang ke sana, Karsono juga menghendaki supaya sarana dan prasarana pendukung juga dipersiapkan pihak pengelola. Seperti, ada pemandu yang bisa menerangkan gambaran singkat mengenai koleksi yang terdapat di situ. Kemudian, bila perlu ada juga brosur tentang data singkat koleksi di situ.

“Ketika datang ke sana, anak-anak nanti juga akan kita minta bikin semacam laporan singkat hasil kunjungan. Nah, kalau ada brosur tentu akan memudahkan untuk menyusun laporan,” sambung Karsono.

Selain di Banjarejo, Karsono mewacanakan agar para pelajar juga bisa mengenal potensi wisata lainnya yang ada di Grobogan. Seperti Api Abadi Mrapen, Waduk Kedung Ombo, Air Terjun Widuri hingga Bledug Kuwu. Hal itu perlu dilakukan karena sejauh ini masih banyak warga di Grobogan termasuk pelajar yang belum tahu semua potensi wisata di daerahnya.

“Saya ingin, agar jangan sampai orang tahu objek wisata di luar daerah tetapi tidak mengenal obyek wisata didaerahnya sendiri. Kedepan, barangkali perlu ada sebuah paket wisata lokal di samping wisata luar daerah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kades Banjarejo Ahmad Taufik memang berharap agar koleksi yang saat ini tersimpan di rumahnya bisa jadi sarana edukasi para pelajar. Selain koleksinya banyak ragamnya, keberadaan benda bersejarah seperti itu juga jarang ditemukan di daerah lainnya.

“Koleksi benda penemuan yang ada saat ini sudah memadai karena jumlahnya lebih dari 500. Ini bisa jadi sarana untuk pendidikan siswa tentang adanya sebuah kehidupan maupun peradaban di masa lampau. Salah satu pihak yang pas untuk melakukan upaya edukasi ini adalah sekolah-sekolah,” katanya.

Sejauh ini, sambung Taufik, memang sudah banyak siswa dari berbagai sekolah yang berkunjung ke ‘Museum Banjarejo’ untuk melihat berbagai koleksi benda bersejarah. Namun, sebagian besar masih sekolah di sekitar wilayah Banjarejo. Diharapkan, langkah ini juga bisa diikuti oleh sekolah lainnya yang ada di wilayah Grobogan. Baik dari level SD, SMP, SMA dan SMK. “Banyaknya penemuan benda bersejarah di sini merupakan karunia yang tidak ternilai harganya. Kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal, rasanya eman-eman (sayang),” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →