Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Banjir di Kecamatan Gubug Grobogan Mereda, Perbaikan Tanggul Kembali Dilakukan



Reporter:    /  @ 20:00:32  /  12 November 2016

    Print       Email
Sejumlah warga sedang mengisi karung dengan tanah guna menutup tanggul jebol di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Sabtu (12/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga sedang mengisi karung dengan tanah guna menutup tanggul jebol di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Sabtu (12/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Tanggul jebol di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan yang menyebabkan banjir selama tiga hari, akhirnya mulai ditangani. Hal itu seiring menurunnya debit air Sungai Tuntang, sehingga perbaikan tanggul sudah memungkinkan untuk dikerjakan.“Elevasi Tuntang sudah turun drastis. Sejak Jumat kemarin, proses perbaikan tanggul sudah dimulai,” kata Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan Subiyono.

Menurutnya, penutupan tanggul dilakukan dengan menata karung yang diisi tanah. Proses ini bisa dilakukan lebih cepat lantaran ada kendaraan berat jenis backhoe yang ada di situ. Adanya backhoe dimanfaatkan untuk menyediakan tanah buat dimasukkan kedalam karung.

“Kendaraan berat itu milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Alat berat ini sejak beberapa pekan sudah ada di situ untuk memperbaiki tanggul di Ngroto yang sempat jebol bulan Oktober lalu. Proses perbaikan belum selesai, tanggul tersebut kembali jebol akibat meluapnya Sungai Tuntang 9 November lalu,” jelasnya.

Proses penutupan tanggul jebol itu diperkirakan memakan waktu beberapa hari. Sebab, jebolnya tanggul panjangnya mencapai 20 meter dengan kedalaman 5 meteran. Sementara itu, beberapa wilayah yang sebelumnya sempat tergenang air sudah mulai normal. Seperti di Desa Penadaran yang sempat dilanda banjir bandang.“Sudah tidak ada air di tempat kami. Saat kejadian, ada 500 rumah yang terendam dan 6 rumah roboh,” kata Kades Penadaran Siswanto.

Komentar senada juga disampaikan Kades Rowosari Markin. Menurutnya, jika kondisi di Desa Ngroto sudah normal maka banjir yang melanda desanya akan segera hilang. “Banjir di Rowosari ini merupakan kiriman dari Ngroto. Kalau sana normal maka di sini juga tidak akan dapat kiriman air lagi. Genangan air masih ada sedikit di beberapa ruas jalan kampung. Saat bencana, ada puluhan rumah yang tergenang hampir 1 meter tingginya,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →