Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Relawan Kotak Kosong Diklaim Tersebar di 21 Kecamatan di Pati



Reporter:    /  @ 18:00:14  /  12 November 2016

    Print       Email
 Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati mengklaim memiliki jaringan pendukung kotak kosong yang tersebar di 21 kecamatan di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati mengklaim memiliki jaringan pendukung kotak kosong yang tersebar di 21 kecamatan di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Relawan pendukung kotak kosong Pilkada Pati yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati mengklaim memiliki jaringan relawan kotak kosong yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Pati. Hal itu dikatakan Sekretaris Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati Itqonul Hakim di depan awak media, Sabtu (12/11/2016).

“Kami ingin menciptakan iklim demokrasi yang baik. Maka, kita tunda 2017 ini, kita tunda suksesi atau pemenangannya untuk calon tunggal. Kita berkampanye untuk kotak, kita ingin memenangkan kotak dan jaringan kita sudah rata sampai ke tingkat ranting,” ujar Itqon.

Tak hanya itu, dia juga mengaku sudah menyiapkan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Semua yang terjun mendukung kotak kosong diakui Itqon sebagai relawan dan sumbangsih dari masyarakat. “Kita iuran, kita patungan untuk mengawal dan sosialisasi kotak kosong,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati Sutiyo menjelaskan, struktur kepengurusan relawan kotak kosong meliputi ketua, sekretaris, bendahara, anggota-anggota, ketua pemenangan dapil, ketua kecamatan, ketua tingkat desa, hingga koordinator saksi-saksi di TPS.

“Semuanya sudah terstruktur, meluas di 21 kecamatan di Kabupaten Pati. Gerakan ini berangkat dari kesadaran agar pesta demokrasi di Pati berlangsung demokratis, sesuai dengan hati nurani. Kami ingin membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyosialisasikan, andaikata tidak memilih satu pasangan, setidak-tidaknya bisa memilih kotak kosong, bukan golput,” kata Sutiyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pilkada Pati 2017 merupakan pesta demokrasi pertama di Jawa Tengah yang diikuti calon tunggal. Hal itu disebabkan delapan dari sembilan partai politik yang duduk di kursi DPRD Pati mengusung pasangan Haryanto dan Saiful Arifin.

Kedua pasangan dinilai parpol memiliki kapasitas dan kualitas untuk memimpin Pati, sehingga delapan parpol dengan 46 kursi di DPRD Pati menjatuhkan rekomendasinya kepada Haryanto dan Saiful Arifin. Dengan munculnya gerakan kotak kosong, mesin partai diharapkan bisa bekerja optimal untuk memenangkan Haryanto-Arifin.

“Adanya satu, dua gerakan untuk mendukung kotak kosong, setidaknya bisa memantik mesin partai untuk tidak lengah. Kalau parpol sudah menjatuhkan semua rekomendasi kepada Haryanto-Arifin, konsekuensinya harus mengamankan suara secara penuh. Bila tidak, gerakan kotak kosong mungkin bisa cukup berbahaya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →