Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Di Sekolah Dasar Ini, Satu Kelas Hanya 5 Murid



Reporter:    /  @ 11:39:26  /  12 November 2016

    Print       Email
Beberapa murid SDN 2 Kajar ketika sedang beristirahat di luar kelas beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa murid SDN 2 Kajar ketika sedang beristirahat di luar kelas beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dari luar, sekilas sekolah dasar (SD) ini tampak biasa saja, seperti pada umumnya, yang bangunannya cukup layak untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, ketika kita melongok ke dalam kelas, kita akan menjumpai pemandangan yang cukup memprihatinkan.

Jika kita sering mendengar sekolah-sekolah favorit di perkotaan sampai menolak-nolak peserta didik baru, karena kuotanya tak mencukupi, di SDN 2 Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang ini, kita akan menemukan kondisi yang jauh terbalik.

Jangan bayangkan Anda melihat jumlah siswa yang murid yang berjubel di dalam kelas untuk mengikuti kegitan belajar mengajar (KBM). Sebab, kita yang terlihat hanya 5 anak-anak kecil yang sedang serius mengikuti pelajaran yang diberikan guru.Seperti halnya yang ada di ruang kelas VI.

Secara keseluruhan, murid yang ada di SDN 2 Kajar ini berjumlah 42 orang. Paling banyak, jumlah muridnya terdapat di kelas III, yang jumlahnya ada tujuh orang. “Kondisi seperti ini sudah terjadi puluhan tahun. Bahkan, untuk mencapai murid sebanyak 60 orang saja, kami tidak bisa,” ujar Timur, Kepala SDN 2 Kajar.

Meski demikian, guru-guru di sekolah tersebut terus bersemangat untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak, yang hampir semuanya berasal dari Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem. Sebab, menurutnya bagaimanapun kondisinya, anak-anak berhak untuk mendapatkan pendidikan seperti yang lainnya.

Ia menyatakan, kondisi geografis yang letaknya di pedalaman, infrastruktur yang masih buruk, menjadi salah satu penyebab dari minimnya jumlah murid yang belajar di SDN 2 Kajar. “Dari Desa Kajar saja, Dukuh Wuni ini harus ditempuh sekitar dua kilometer. Itupun, jalannya sangat buruk. Sedangkan, jumlah KK yang ada di Dukuh Wuni ini hanya 125,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk jumlah pengajar dan tenaga pengajar yang terdapat di SDN 2 Kajar tersebut, sebanyak  9 orang saja. Di antaranya 3 orang PNS terdiri dari 2 guru dan 1 penjaga sekolah, sedangkan 6 lainnya guru honorer.

Meski kondisi di sekolahnya minim murid, Timur berharap, pemerintah tetap memperhatikan kelangsungan pendidikan di tempat tersebut. Sebab, menurutnya, anak-anak yang belajar di sekolah itu juga berhak untuk bisa maju seperti yang lainnya.”Kita ingin diperhatikan seperti sekolah lainnya. Meskipun jumlah siswa ini tak begitu banyak, namun siswa ini juga berhak untuk maju,” ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai pendanaan sekolah, pihaknya mengutarakan bahwa setiap anak mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 800 ribu per tahunnya.

“Bila melihat aturan yang ada, pengusulan dana BOS di setiap sekolah itu harus minimal 60 anak. Berhubung sekolah ini tak mempunyai siswa sebanyak itu tiap tahunnya, dinas terkait sudah mentolelir itu. Sebab dilihat dari letak geografis saja sekolah ini jauh dari kota, jumlah KK nya saja hanya 125 KK dan sejenisnya,” ungkapnya. “Dana bos itu, sebagian juga bisa digunakan untuk membayar guru honorer, namun prosentasenya dibatasi, yakni 15 persen saja,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk guru honorer diambilkan dari tokoh atau pemuda Desa Kajar sendiri. “Supaya bisa memberdayakan potensi SDM yang ada. Selain itu, untuk guru honorer kita bayar sebesar Rp 125 ribu per bulan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →