Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Mendagri Minta Jabatan Wakil Bupati Grobogan Segera Diisi



Reporter:    /  @ 20:00:47  /  11 November 2016

    Print       Email
Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Jabatan Wakil Bupati Grobogan yang hingga kini masih kosong, kemungkinan akan segera terisi. Hal itu menyusul adanya perintah dari Mendagri Tjahjo Kumolo pada Bupati Grobogan Sri Sumarni agar segera mengisi kekosongan tersebut.

“Saya tadi sudah minta bupati sama ketua dewan supaya segera membahas pengisian wakil bupati. Soalnya, kekosongan ini sudah lama, sekitar 7 bulan. Secepatnya, harus sudah diisi,” tegas Tjahjo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, untuk pengisian wakil bupati itu sebenarnya simpel. Tinggal bicarakan dengan partai pengusungnya saat pilkada lalu. Untuk itu, partai pengusung harus secepatnya duduk bersama membahas sosok yang akan dipilih sebagai wakil bupati.“Sebenarnya tidak sulit kok. Dulu wakil bupati terpilih diusung PKB. Ya sudah, serahkan saja jatah wakilnya pada PKB. Soal, siapa nanti yang ditunjuk, itu terserah dari mereka (PKB),” cetusnya.

Secara pribadi, Tjahjo juga merasa sedih dan kaget dengan meninggalnya Wakil Bupati Grobogan terpilih Edy Maryono. Sebab, dua hari sebelum meninggal, dia sempat makan bersama Edy di Jakarta.“Saat dapat kabar kalau Pak Edy meninggal saya sempat kaget dan sedih. Soalnya, dua hari sebelumnya masih sempat ketemu dan beberapa hari kemudian harusnya Pak Edy dilantik,” kata Tjahjo.

Selain menyinggung soal jabatan wabup, Tjahjo yang menyampaikan pengarahan lebih 2 jam itu juga menyampaikan materi lainnya. Antara lain, perlunya pengelolaan keuangan yang baik agar tidak terjerat dengan masalah hukum. Termasuk pengelolaan keuangan di level desa.

Kemudian, soal dana desa dijanjikan bisa naik hingga Rp 1 miliar per desa di tahun 2017. Dana desa diupayakan bisa bertambah jadi Rp 1,5 miliar per desa setahun berikutnya.“Selama ini, soal pembuatan laporan dana desa atau dana lainnya ini sering bikin pusing. Nanti akan kita sederhanakan. Laporannya cukup dua lembar saja. Tidak usah sampai puluhan lembar seperti saat ini,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tjahjo juga sempat menyampaikan permintaan maaf soal masih sulitnya mengurus KTP karena keterbatasan blangko. Hal itu terjadi lantaran proses cetak blangko itu dilakukan di luar negeri.

“Cetak blangko di luar negeri itu bukan kebijakan saya, lho. Saya tinggal neruskan saja. Kita upayakan secepatnya cetak blangko KTP bisa dilakukan di dalam negeri. Tahun depan, saya akan upayakan proses cetak KTP sudah bisa dilakukan di semua kecamatan. Peralatannya akan kita sediakan,” imbuh Tjahjo.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →