Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

6 Rumah Warga Hanyut Akibat Meluapnya Sungai Tuntang di Grobogan



Reporter:    /  @ 17:18:07  /  10 November 2016

    Print       Email
 Kondisi perkampungan di Desa Ngroto masih terlihat genangan air di jalan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Kondisi perkampungan di Desa Ngroto masih terlihat genangan air di jalan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dampak meluapnya Sungai Tuntang sejak Rabu(9/11/2016) ternyata sempat menghanyutkan rumah penduduk. Total rumah yang terseret limpasan air ini ada enam unit. Semuanya milik warga Dusun Kedung Kakap, Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.

Kepastian adanya rumah hanyut ini disampaikan Camat Gubug Teguh Harjokusumo saat dikonfirmasi kondisi terkini seiring meluapnya Sungai Tuntang tersebut.“Benar, ada laporan enam unit rumah penduduk yang terseret arus air. Korban rumah hanyut ini ada Dusun Kedung Kakap, Desa Penadaran,” kata Teguh.

Rumah yang hanyut itu posisinya berada di lereng tanggul yang jadi limpasan air. Diperkirakan, rumah itu hanyut saat elevasi Tuntang mencapai batas maksimal sekitar pukul 19.00 WIB.

Untuk jumlah rumah yang sempat terendam air, kata Teguh cukup banyak. Data sementara, rumah yang kemasukan air lebih dari angka 1.000. Namun, air yang masuk rumah dengan ketinggian 5-30 cm itu tidak berlangsung lama.

Dari laporan terakhir, jumlah desa yang terdampak bencana akibat meluapnya Sungai Tuntang ada 5 desa. Yakni, Desa Ngroto, Rowosari, Penadaran, Kuwaron dan Papanrejo.

Secara keseluruhan, situasi sudah mulai normal lantaran elevasi Tuntang terus menurun sejak Selasa siang tadi. Meski demikian, air yang masuk ke areal perkampungan belum sepenuhnya surut.

“Aktivitas masyarakat sudah normal meski beberapa jalan kampung masih terlihat ada genangan air. Meski demikian, masyarakat kami minta untuk selalu waspada karena cuaca masih gerimis,” jelas mantan Lurah Danyang, Kecamatan Purwodadi itu.

Disinggung soal penanganan tanggul jebol di Desa Ngroto, Teguh menyatakan, belum bisa dilakukan. Soalnya, kondisi arus yang keluar dari jebolan tanggul masih cukup deras. Hal ini menyebabkan penanganan secara darurat masih sulit dikerjakan.

“Tanggulnya belum memungkinkan untuk kita tangani. Namun, alat berat masih ada di sana karena sebelumnya digunakan mengerjakan perbaikan tanggul tersebut. Perbaikan tanggulnya belum selesai, malah sudah jebol lagi,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →