Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Investasi di Jepara Empat Tahun Terakhir Berjalan Dinamis



Reporter:    /  @ 10:22:00  /  10 November 2016

    Print       Email
Pabrik garmen yang berasal dari perusahaan asing, adalah salah satu bukti bahwa iklim investasi di Kabupaten Jepara memang sangat mendukung untuk banyak pihak menanamkan modalnya di sana.(MuriaNewsCom)

Pabrik garmen yang berasal dari perusahaan asing, adalah salah satu bukti bahwa iklim investasi di Kabupaten Jepara memang sangat mendukung untuk banyak pihak menanamkan modalnya di sana.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Situasi dan kondisi yang kondusif di Kabupaten Jepara, rupanya membuat nyaman para pelaku investasi. Buktinya dalam empat tahun terakhir ini, pencapaian kinerja investasi berjalan dengan dinamis.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini, di Kabupaten Jepara tercatat beberapa perusahaan besar, baik PMA maupun PMDN, beraktivitas di Jepara. Antara lain yang cukup menonjol adalah PT SAMI, sebuah perusahaan dari Jepang, yang bergerak di bidang perakitan kabel elektronik.

Perusahaan yang terletak di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, itu mulai beroperasi sejak bulan Juni tahun 2014, dengan nilai investasi sebesar USD 58.200.000. Dan saat ini tercatat tidak kurang menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja.

Kegiatan investasi lainnya yang cukup besar nilai dan serapan tenaga kerjanya adalah penanaman modal yang dilakukan PT Bomin Permata Abadi. Perusahaan ini terletak di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, dan bergerak di bidang garmen. Nilai investasi yang ditanamkan adalah sebesar Rp 20 miliar, dengan serapan tenaga kerja sekitar 2.500 orang. Perusahaan ini memulai operasionalnya pada bulan September 2014.

Di wilayah kecamatan yang lain, yaitu Kecamatan Batealit, tepatnya di Desa Mindahan, juga berdiri pabrik dari perusahaan asing, dengan bendera PT Starcam, yang juga bergerak di bidang garmen. Dengan nilai investasi USD 7.000.000, perusahaan yang mulai beraktivitas sejak Maret 2015 ini, mempekerjakan sekitar 1.500 orang tenaga kerja pada tahap pertama.

Sedangkan perusahaan asing lain, yakni PT Kanindo, yang bergerak di bidang pembuatan tas, berdiri di Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan. Nilai investasi yang ditanamkan sekitar USD 4.500.000, dengan serapan tenaga kerja sekitar 2.000 orang dan memulai kegiatan usahanya pada bulan Oktober 2014.

Investasi lain yang cukup besar berada di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan. Yakni PT Samwon Busana Indonesia, dengan nilai investasi sebesar USD 8.000.000. Perusahaan yang bergerak di bidang garmen ini, mulai beroperasi pada bulan Februari 2016.

Masih di desa yang sama, pabrik lain yang cukup besar adalah PT Namyoung Indonesia, yang bergerak dalam pembuatan jaring, dengan nilai investasi sekitar USD 3.500.000, dan mulai beraktivitas bulan Maret 2016.

Bersebelahan dengan PT Namyoung, tepatnya di Desa Gemulung, Kecamatan Kecamatan Pecangaan, berdiri perusahaan PMA dengan bendera PT Jiale, yang bergerak di bidang pembuatan tekstil dan garmen. Dengan nilai investasi sekitar USD 25.000.000 dan mulai berproduksi mulai bulan Juni 2015, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1.500 tenaga kerja pada tahap awalnya.

Pembuatan sepatu juga dilirik investor asing. Tepatnya PT Hwaseung Indonesia, yang membuka usahanya di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan. Saat ini masih dalam proses pembangunan, dengan nilai investasi yang ditanamkan sekitar USD 150.000.000.

Investor lainnya yang bergerak dalam pembuatan sepatu adalah PT Parkland, dengan lokasi kegiatan di Desa Pelang, Kecamatan Mayong. Dengan nilai investasi USD 36.500.000. Jika beroperasi penuh, nantinya perusahaan ini akan mempekerjakan puluhan ribu tenaga kerja.

”Diharapkan nantinya pekerja dari daerah setempat atau warga Jepara, mendapatkan prioritas untuk bekerja di perusahaan- perusahaan yang beroperasi di Jepara itu,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BMPPT) Jepara Diyar Susanto.

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Jepara dalam kurun waktu empat tahun ini, menurut Diyar, diharapkan akan mempunyai efek berantai yang positif bagi daerah. ”Di samping akan mengurangi angka pengangguran, juga akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial warga masyarakat Jepara,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →