Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kader KST Itu Mengabdi, Bukan Membanggakan Diri



Reporter:    /  @ 09:38:28  /  10 November 2016

    Print       Email
iklan-pemkab-kudus-munyus-tyg-10-nov-2016-e

Seorang anggota Kader Siaga Tramtib (KST) Kudus berbicara kepada Bupati H Musthofa, saat dilakukan pembinaan kepada mereka, terkait dengan apa yang harus dilakukan mereka untuk mewujudkan situasi kondusif di sebuah wilayah. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kader Siaga Tramtib (KST) adalah kader-kader yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menjaga kondusivitas sebuah daerah. Karenanya, mereka diminta untuk mengabdi dan bukan membanggakan diri.

Pasalnya, kondusivitas adalah kata kunci pembangunan, di segala bidang. Sehingga bisa terwujud kondisi yang lebih baik dan semakin baik, manakala ada ketenteraman dan ketertiban lingkungan yang baik.

”Karena itu, setiap kader KST harus bersama-sama mengabdi. Bukan hanya membanggakan diri. Semuanya bagi masyarakat untuk semakin sejahtera,” kata Bupati Kudus H Musthofa, saat memberikan pembinaan kepada ratusan kader KST Kudus, Rabu (9/11/2016).

Sebuah kondusivitas, menurut bupati, membutuhkan peran serta semua pihak untuk mewujudkannya. Mulai dari pemerintah hingga masyarakat, harus aktif terlibat dalam penciptaan kondisi yang baik. ”Tidak mungkin situasi aman dan nyaman, hanya tercipta dari peran pemerintah saja,” jelasnya.

Untuk itulah, KST yang berada di desa dibentuk dan disiagakan berperan di tengah masyarakat. Di bawah koordinasi Satpol PP, KST ini mendapatkan pembinaan.

Kepada 396 orang anggota KST, bupati dengan tegas mengatakan bahwa keberadaan KST adalah sebagai mitra kepala desa (kades). Tentunya sebagai penegak aturan (perda) yang berlaku.

”Sebagai penegak perda, KST harus bisa jadi teladan atau contoh untuk ketertiban lingkungan,” tegasnya.

Bupati mengatakan, KST dituntut untuk bisa mendeteksi segala potensi yang bisa memunculkan gangguan lingkungan. Sehingga bisa mengambil langkah-langkah antisipasi demi tercipta kondisi lingkungan tetap baik. ”Segala hal harus tahu. Ibaratnya daun jatuh pun harus tahu,” pesannya.

Ketegasan KST di masyarakat adalah sebuah kewajiban. Termasuk segala hal dengan ketaatan aturan. Di antaranya IMB atau perizinan atau pajak yang lain. Namun, sikap santun dan humanis dituntut tetap dikedepankan ketika berhadapan dengan masyarakat. Termasuk mampu berkoordinasi secara baik dengan kades dan semua pihak.

”Berkomunikasilah dengan baik, serta ucapkan salam. Juga tetap tunjukkan sikap baik dan santun di masyarakat. Dan semua itu harus benar-benar dipahami dan terimplementasi di lapangan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →