Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
PATI HUTAN MINIMARKET

Pemkab Pati Akan Datangkan Pakar untuk Mengkaji Naskah Akademik Perda Minimarket



Reporter:    /  @ 16:15:35  /  9 November 2016

    Print       Email
Plt Kepala KPPT Pati Jumani. Pihaknya akan mendatangkan pakar untuk mengkaji naskah akademik raperda yang mengatur toko modern di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Plt Kepala KPPT Pati Jumani. Pihaknya akan mendatangkan pakar untuk mengkaji naskah akademik raperda yang mengatur toko modern di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Serbuan toko modern di Kabupaten Pati meningkat dalam satu tahun terakhir, mulai dari swalayan semacam Alfamart, Indomaret, hingga mart-mart yang mengusung konsep modern lainnya. Akibat serbuan tersebut, pedagang kelontong menjerit.

Toko kelontong yang menjadi tumpuan hidup ekonomi masyarakat menengah ke bawah merasa gelombang serbuan toko modern di Pati menjadi sebuah “ancaman”. Dalam satu kasus, di Kecamatan Gembong, pendirian Alfamart di depan pasar tradisional menuai aksi protes dari paguyuban pedagang pasar setempat.

Kalangan legislatif menuding, ada pembiaran dari pemerintah kabupaten (pemkab) hingga menyebabkan serbuan toko modern menyebar sejadi-jadinya. Minimarket dengan brand Alfamart dan Indomaret saja, sudah ada 116 minimarket yang beroperasi di berbagai daerah di Kabupaten Pati.

Menanggapi hal itu, Pemkab Pati saat ini bersama dengan pihak legislatif tengah membahas rancangan peraturan daerah (raperda) yang mengatur toko modern. Regulasi tersebut nantinya diharapkan bisa melindungi pasar tradisional dan toko kelontong dari “serangan” toko modern.

Bahkan, Pemkab Pati akan mendatangkan pakar atau tim akademis untuk melakukan kajian yang mendalam terkait dengan pembahasan raperda. “Kami berkomitmen untuk melindungi pasar tradisional dan pedagang kecil dengan membuat regulasi berupa perda. Saat ini tengah digodok dan kami akan mendatangkan pakar untuk membahas dan mengkaji naskah akademis tersebut,” kata Plt Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Pati, Jumani, Rabu (09/11/2016).

Pakar dihadirkan dalam rangka untuk mengkaji sebuah naskah akademik yang nantinya menjadi payung hukum terkait dengan keberadaan toko modern di Pati. Hal itu disebut menjadi upaya untuk melindungi pasar tradisional, toko kelontong hingga pelaku UMKM agar bisa terus eksis dan berkembang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →