Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
PATI HUTAN MINIMARKET

Pemkab Pati Tegaskan Akan Menata Keberadaan Minimarket



Reporter:    /  @ 09:00:45  /  9 November 2016

    Print       Email
Plt Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Pati, Jumani. Dirinya menegaskan Pemkab Pati akan menata ulang minimarket melalui regulasi (MuriaNewsCom/Lismanto)

Plt Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Pati, Jumani. Dirinya menegaskan Pemkab Pati akan menata ulang minimarket melalui regulasi (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Keberadaan minimarket di Pati yang tumbuh subur bak hutan dikhawatirkan banyak pihak, mulai dari pedagang kelontong, pedagang pasar, hingga kalangan legislatif. Mereka khawatir menjamurnya minimarket di Bumi Mina Tani “mengancam” keberlangsungan ekonomi rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari berjualan di toko kelontong.

Pasalnya, dalam sejumlah kasus, ada minimarket yang beroperasi yang jaraknya dengan pasar tradisional tak lebih dari 300 meter. Di Kecamatan Gembong, keberadaan minimarket yang jaraknya sangat dekat dengan pasar tradisional sempat menuai protes dari paguyuban pedagang, hingga brand Alfamart ditutup menggunakan kain putih.

Menanggapi kekhawatiran dan polemik tersebut, Plt Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Pati, Jumani menegaskan Pemkab Pati akan menata ulang minimarket melalui regulasi. Selama ini, Pemkab Pati mengacu pada Perbup Nomor 60 Tahun 2012 tentang Toko Modern.

“Regulasinya sudah ada di perbup yang kemudian direvisi lagi. Kemarin, pemkab sudah menggelar rapat bersama dengan anggota DPRD Pati untuk membahas soal penataan minimarket. Ada rancangan peraturan daerah (perda) yang akan menguatkan untuk menata toko swalayan dan pasar tradisional,” kata Jumani, Selasa (08/11/2016).

Raperda diharapkan menjawab kegelisahan masyarakat, karena rancangan produk hukum tersebut menjadi upaya untuk melindungi pasar tradisional, menata minimarket, termasuk melindungi pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM). Dengan adanya perda, dia berharap ada penataan yang strategis antara pasar modern dan pasar tradisional.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →