Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Lasem Bakal jadi Duta Indonesia pada Lomba Pariwisata Tingkat Internasional



Reporter:    /  @ 22:44:36  /  8 November 2016

    Print       Email
Bupati Rembang Abdul Hafidz saat saat audiensi dengan warga, yang juga membahas rencana Lasem maju di lomba pariwisata tingkat dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat saat audiensi dengan warga, yang juga membahas rencana Lasem maju di lomba pariwisata tingkat dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Lasem, sebagai salah satu kota tua yang memiliki sejarah peradaban dan merupakan salah satu destinasi wisata, ditunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengikuti lomba kepariwisataan tingkat dunia itu di Bangkok, Thailand, pada Maret 2017 mendatang.

Terkait hal itu, Kepala Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Sujarwo, meminta pemerintah kabupaten untuk ikut mendukung dan memfasilitasi, Lasem untuk mengikuti lomba tersebut. Salah satunya dengan menggelar berbagai program untuk mengenalkan bahwa Lasem merupakan kota tua, kota besar dan kota wisata.

“Di Lasem banyak sekali situs sejarah. Mohon pemda bisa serius dalam penanganannya. Mohon ada suatu landmark yang menandakan bahwa Lasem kota tua, kota besar dan kota wisata,” katanya, Selasa (8/11/2016).

Selain itu pihaknya juga meminta pemerintah mengatasi masalah sampah di Sungai Babagan. Sampah di tempat tersebut menurut cukup mengganggu, terlebih pihaknya tengah menata desa sebagai tujuan wisata.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan akan mendukung penuh. Terlebih pihaknya sudah berkomitmen untuk mengembangan sektor wiata di Kabupaten Rembang.

“Tahun 2017 kami akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penataan kawasan “Alas Samudra Wela” yakni Desa Pasar Banggi, Tritunggal, Punjulharjo, di Kecamatan Rembang, Gedong Mulyo, Tasiksono dan Dasun, di Kecamatan Lasem. Selain Alas Samudra Wela tahun depan Pemkab juga mulai menggarap potensi wisata yang ada di Goa dan Sendangcoyo,” paparnya.

Dia melanjutkan, semua kepada pihak desa agar tidak khawatir ketika pemerintah daerah ikut membantu mengembangkan potensi wisata yang ada di desa. Pengembangan pariwisata membutuhkan SDM dan manajemen yang bagus, soal keuntungan akan dibagi dengan desa, yang terpenting pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat setempat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →