Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Anggota DPR RI Ali Mahir Reses ke Kudus



Reporter:    /  @ 20:00:07  /  8 November 2016

    Print       Email
Anggota DPR RI Ali Mahir mengadakan reses di Balai Desa Rendeng, Kudus, pada Selasa (8/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota DPR RI Ali Mahir mengadakan reses di Balai Desa Rendeng, Kudus, pada Selasa (8/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPR RI Ali Mahir mengadakan reses pada Selasa (8/11/2016). Reses yang diselenggarakan di Balai Desa Rendeng berlangsung ramai dengan dihadiri puluhan warga Kudus.

Dalam reses tersebut, anggota DPR dari Fraksi Nasdem itu mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat. Di antaranya adalah tentang BPJS dan juga mengenai ketenagakerjaan.

“Ini menjadi bahan saya untuk pembahasan. Jika ada yang belum puas atau ada pertanyaan bisa langsung menghubungi saya atau bisa lewat akun sosial media saya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti. Apalagi, dia juga berasal dari Kudus sehingga sudah tahu betul tentang Kudus.

Keluhan disampaikan oleh salah satu warga, Sumanto. Menurut Sumanto, berdasarkan pengalamannya memegang kartu BPJS, dia masih diharuskan untuk membayar. Padahal, yang dia tahu semuanya gratis dalam hal kesehatan.

“Waktu itu periksa nya memang gratis. Namun untuk obat harus membeli pribadi ke apotek, dan itu juga harus membayar,” keluhnya.

Mendengar hal itu Ali menjelaskan kalau BPJS itu gratis semuanya. Dan seharusnya hingga sembuh. Untuk itulah masukan ini bakal dibawa ke pemerintah pusat.

Keluhan lain juga didapatkan dari warga lain, Jasri. Dia menyayangkan soal nilai Upah Minimum Kerja (UMK) Kudus yang hanya naik 8,4 persen saja tahun depan. Padahal sebelumya kenaikan cukup tinggi mencapai hampir 16 persen.

Selain itu, dia juga menginginkan revisi tentang outsourcing. Menurutnya banyak yang dirugikan khususnya kaum buruh. Melihat hal itu dia meminta agar dihapus saja model kerja yang demikian. “Pengaturan tentang buruh perempuan juga harus jadi perhatian. Sebab banyak perempuan yang bekerja hingga tengah malam,” jelasnya.

Oleh Ali, dijelaskan kalau permasalahan ada yang diselesaikan tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Namun ini sebagai masukan dan akan ditindaklanjuti olehnya. “Soal outsourcing, secara perlahan akan dihapuskan. Tapi itu pelan-pelan,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →