Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

PLN Coret Subsidi 290 Ribu Pelanggan 900 VA



Reporter:    /  @ 19:32:29  /  8 November 2016

    Print       Email
ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – PT PLN (Persero) bakal mencoret subsidi listrik dengan daya 900 VA, yang selama ini dinikmati ratusan pelanggannya. Terutama di kabupaten yang ada di kawasan timur Provinsi Jawa Tengah ini. Pencoretan itu akan berlaku pada Januari 2017 mendatang.

Langkah ini dilakukan, karena ratusan ribu pelanggan itu tidak termasuk dalam kategori miskin dan layak mendapat subsidi pemerintah. Sehingga subsidi untuk listrik mereka bakal dicoret.

Jumlah pelanggan listrik dengan daya 900 VA di wilayah PT PLN (Persero) Area Kudus, yang meliputi wilayah Kabupaten Blora hingga Jepara, mencapai ratusan ribu pelanggan.

Rinciannya adalah pelanggan di Kabupaten Kudus sebanyak 69.748 pelanggan, Jepara (50.289), Bangsri (29.098), Pati (36.425), Juwana (25.402), Rembang (31.773), Blora (25.473), dan Cepu (22.482).

Humas PLN Area Kudus Susanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyisiran terkait progam pencabutan subsidi pelanggan 900 VA, yang resmi mulai diberlakukan pada Januari 2017.

”Dan hasilnya, ada 290.690 pelanggan 900 VA yang kita nilai tidak layak mendapat subsidi listrik. Hal ini kita lakukan, karena kita hanya melaksanakan progam pemerintah saja. Jadi nanti yang masih berhak mendapat subsidi adalah pelanggan dengan daya di bawah itu,” tutur Susanto.

Berdasar data PLN, jumlah pelanggan listrik dengan daya 450 VA sebanyak 828.753 pelanggan. Mereka tersebar mulai dari Kabupaten Blora hingga Jepara. Mereka inilah yang masih mendapat subsidi listrik.

”Paling banyak dari pelanggan 450 VA itu ada di Kudus, sebanyak 168.006 pelangga. Sedang paling sedikit di Jepara, sebanyak 61.390 pelanggan,” ujarnya.

Untuk tarif listrik pelanggan dengan dua daya ini, memang berbeda. Untuk pelanggan 450 VA tarifnya Rp 415 per Kwh. Sedang pelanggan daya 900 VA tarifnya Rp 605 per Kwh. ”Pelanggan 900 VA ini nanti kita arahkan agar menggunakan listrik 1.300 VA,” terangnya.

Di sisi lain, anggota Komisi VII DPR RI Daryatmo Mardiyanto saat ditemui di Kudus beberapa waktu lalu mengatakan, pada prinsipnya jajarannya mendukung progam pencabutan subsidi listrik bagi yang tidak berhak.

”Terpenting data yang dimiliki PLN valid, sehingga progam itu tepat sasaran.
Jangan sampai yang tidak berhak mendapat subsidi malah bisa mengakses. Dan begitu juga sebaliknya,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →