Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jika Sudah Banyak Kesempatan Kerja di Kudus, Kenapa Harus Merantau



Reporter:    /  @ 16:30:33  /  8 November 2016

    Print       Email
iklan-cukai-kudus-munyus-merantau-tyg-8-nov-2016

Peran seorang suami memang masih sangat vital. Namun, istri juga memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Keinginan untuk memperbaiki nasib, adalah satu hal yang wajar dilakukan seseorang. Bahkan, rela untuk merantau ke luar kota agar nasib menjadi lebih baik.

Termasuk dalam satu keluarga. Peran seorang suami memang masih sangat vital, untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera. ”Namun, istri juga memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga juga. Jadi memang harus saling mendukung,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Keinginan kuat untuk memperbaiki nasib itu, biasanya akan memaksa seseorang untuk pergi ke luar kota atau merantau, guna mendapatkan pekerjaan yang baik. Sehingga ketika suaminya merantau, istrilah yang harus berurusan dengan kondisi dan situasi di rumah.

Namun, ada hal yang harus diingat warga Kabupaten Kudus. Bahwa kesempatan untuk memperbaiki nasib, juga ada di kota ini. Tidak perlu jauh-jauh sampai harus ke luar kota.

”Melalui aneka kegiatan yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, warga bisa mendapatkan berbagai macam ketrampilan. Nah, dari ketrampilan itu, bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan,” tutur Win.

Dikatakan Win, kegiatan di BLK antara lain pelatihan tata busana, mesin, tata boga, dan beragam pelatihan lain. Ada kurang lebih 20 jenis pelatihan yang bisa diikuti warga. ”Dan semua dilaksanakan dengan gratis. Silakan warga Kudus yang memiliki potensi di berbagai bidang itu, untuk mengasah ketrampilannya di BLK,” jelasnya.

BLK sendiri hadir sebagai bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kesempatan untuk bekerja akan menjadi sangat luas, apabila kita memiliki kemampuan atau skill tersendiri. Tentu saja pelatihan di BLK itu, diselaraskan dengan kebutuhan yang ada di dunia kerja. Sehingga akan sangat berguna nantinya, bagi upaya meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Win.

Sosialisasi bagaimana pentingnya BLK tersebut, memang harus terus dilakukan. Supaya warga bisa mendaftarkan diri ke sana, dan mendapatkan pelatihan dengan baik. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →