Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
PATI HUTAN MINIMARKET

DPRD Pati Khawatir, Keberadaan Minimarket “Ancam” Pasar Tradisional



Reporter:    /  @ 13:40:44  /  8 November 2016

    Print       Email
Jajaran Komisi B DPRD Pati membahas masalah minimarket tanpa IUTM yang masih beroperasi di Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Komisi B DPRD Pati membahas masalah minimarket tanpa IUTM yang masih beroperasi di Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati Muhammadun mengawatirkan keberadaan minimarket yang menjamur di Pati dalam waktu setahun terakhir, mengancam eksistensi pasar tradisional. Dampaknya disebut sangat besar bagi perkembangan perekonomian bagi pedangang kelontong dan pasar tradisional.
“Keberadaan minimarket yang tidak terkontrol dan terbiarkan dalam beberapa tahun terakhir, punya dampak besar bagi ekonomi masyarakat kecil yang berjualan di toko kelontong rumah tangga, termasuk di pasar-pasar tradisional. Jelas sangat berpengaruh,” ujar Muhammadun, Selasa (08/11/2016).

Karena itu, pihaknya akan terus mengejar agar ada penataan dan penertiban minimarket di Pati. Salah satu yang tengah dibahas kalangan legislatif saat ini adalah rancangan peraturan daerah (raperda) yang membahas dan mengatur soal minimarket.

“Intinya ada pembiaran dari pihak eksekutif. Beberapa kali kita undang. Masalahnya ada di eksekutif dan penegakan perda-perbupnya tidak ada. Entah disengaja atau tidak, saya tidak tahu. Selama ini, tidak ada izin usaha toko modern (IUTM) dibiarkan. Teguran baru-baru saja, setelah Komisi B mendesak, baru ada teguran,” tegasnya.

Mestinya, kata Muhammadun, kalau sebuah minimarket tidak memenuhi persyaratan harus ditutup sesuai dengan prosedur yang ada. Pemkab diminta tegas dalam menata keberadaan minimarket agar tidak mengancam ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya dari toko kelontong atau pasar tradisional.

Hal itu diamini Pemerhati Kebijakan Publik, M Nafiul Haris. Menurutnya, keberadaan minimarket yang tidak terkendali bisa mengancam keberlangsungan toko kelontong, termasuk pasar tradisional.

Namun, kata dia, hal itu bisa diatasi bila Pemkab punya terobosan untuk mengatur secara tegas supaya keduanya bisa berjalan beriringan. “Keberadaan minimarket sebetulnya baik, karena bisa menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah. Asal, ada regulasi, pengaturan atau penataan yang jelas agar bisa sama-sama hidup. Tinggal pemerintahnya tegas atau tidak,” tandas Haris.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →