Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini yang Membuat Ibu-Ibu Bhayangkari dan Persit Semangat saat Diajak Pak Bupati



Reporter:    /  @ 10:27:06  /  8 November 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa mengajak ibu-ibu Bhayangkari dan Persit untuk bisa maju dan menjadi pebisnis. Apalagi, sarana untuk itu juga sudah ada, yang didukung penuh Pemkab Kudus. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa mengajak ibu-ibu Bhayangkari dan Persit untuk bisa maju dan menjadi pebisnis. Apalagi, sarana untuk itu juga sudah ada, yang didukung penuh Pemkab Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Peran seorang ibu memang luar biasa bagi keluarganya. Bukan hanya bagaimana mengurus rumah tangga, namun ibu-ibu juga bisa menjadi salah satu pilar perekonomian keluarga.

Inilah yang ditekankan Bupati Kudus H Musthofa kepada anggota Bhayangkari Kudus dan Persit Kartika Candra Kirana Kudus. Menurutnya, ibu-ibu tersebut sangat bisa untuk diajak berbisnis, karena peluangnya banyak sekali.

”Ibu-ibu ini sangat produkti. Makanya, mari berbisnis. Bisa memiliki penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga,” ajak bupati kepada ratusan anggota Bhayangkari dan Persit Kartika Candra Kirana Kudus.

Kekuatan perempuan, menurut bupati, akan menjadi luar biasa manakala ada pemberdayaan potensi. Tentunya sesuai dengan minat dan bakat dari masing-masing individu. Di antaranya yang ditawarkan untuk keterampilan yaitu pelatihan tata boga, pelatikan rias dan kecantikan, serta pelatihan menjahit atau tata busana.

”Ini baru sebagian contoh dari semua pelatihan yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus yang dikelola Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Di mana semuanya ada 20 jenis pelatihan,” katanya.

Bupati menyampaikan modal apa saja yang harus dimiliki untuk bisa menjadi seorang wirausahawan. Pertama tentunya harus memiliki semangat dan keberanian dalam melangkah. Kemantapan itu tentunya disesuaikan dengan passion dari dalam hati.

Sedangkan untuk bisa menciptakan produk yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar, pebisnis harus siap untuk melakukan inovasi, memiliki kreativitas, dan mau untuk terus belajar terhadap hal-hal baru.

’Karena di dalam dunia bisnis, semua akan berubah. Dan pelaku bisnis mau tidak mau harus masuk dalam perubahan yang begitu cepat. Untuk memulai binis, pada umumnya manusia selalu terhambat dengan berbagai ketakutan dan kekhawatiran. Mental inilah yang harus dibongkar agar bisa keluar dari ketakutan itu. Yaitu dengan afirmasi positif dalam diri dan melawan ketakutan dengan melakukan tindakan nyata,” paparnya.

Bupati menegaskan, semua orang harus berpikir liar untuk bisa melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Apalagi dengan kualitas yang bagus, tentu akan punya peluang yang lebih besar.

Untuk produksi dan pemasaran, bupati memberikan gagasan agar peserta pelatihan nantinya membentuk sebuah kelompok unit usaha. Dengan demikian akan ada banyak manfaat dari kelompoknya itu. Untuk permodalan maupun saling tukar pengalaman menjadi hal penting dalam sebuah kelompok agar maju bersama.

”Jaringan Persit dan Bhayangkari di instansi pemerintahan sangat membantu. Baik dengan instansi vertikal, pemerintah daerah, maupun BUMN, sangat banyak pasar yang tersedia. Konkritnya bisa dilihat pada kebutuhan makanan kecil untuk rapat di semua unit kerja jumlahnya sangat besar. Ini peluang besar, dan tentunya kita harus mampu ambil peluang ini,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →