Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Baru Belajar 5 Bulan, Puluhan Siswa SMKN 1 Purwodadi Sudah Bisa Merakit Laptop



Reporter:    /  @ 09:36:11  /  7 November 2016

    Print       Email
Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Setelah dapat bimbingan teori sekitar lima bulan, puluhan siswa SMKN 1 Purwodadi akhirnya bisa sukses merakit komponen laptop hingga menyala. Mereka yang sudah bisa merakit laptop ini adalah siswa kelas industri khusus.

Yakni, Axioo Class Program atau kelas khusus untuk keahlian komputer. Kelas ini dibuka berkat kerjasama antara pihak sekolah dengan Axioo, pabrikan laptop dan netbook asal Bandung.

“Axioo Class Program baru dimiliki SMKN 1 Purwodadi mulai tahun ajaran 2016-2017 ini. Jumlah siswanya ada 35 orang, terdiri 24 putra dan 11 putri,” kata Japari, selaku Ketua Jurusan Kompetensi Keahlian TKJ di sekolah tersebut.

Praktik merakit laptop sebenarnya sudah mulai dilakukan sekitar satu bulan lalu. Pada tahap awal, hanya delapan siswa yang mendapat pelatihan khusus perakitan dari pihak Axioo.

Setelah berhasil, delapan siswa ini kemudian ditunjuk sebagai kader tutor sebaya. Selanjutnya, delapan siswa gantian melatih perakitan laptop pada 11 rekan sekelasnya sampai bisa. Setelah berhasil, jumlah totor sebaya bertambah jadi 19 orang dan mereka ini kemudian menularkan ilmunya pada siswa yang tersisa.

“Pola pembelajaran seperti ini lebih efektif. Sebab, jika proses perakitan diajarkan guru maka butuh waktu lebih lama. Dengan tutor sebaya proses pembelajaran jari lebih santai karena yang ngajari temannya sendiri. Meski begitu, kami tetap melakukan pendampingan,” jelas Japari.

Dari pengamatan di kelas khusus tersebut, para siswa terlihat serius mengerjakan proses perakitan laptop. Setiap siswa yang praktik perakitan didampingi satu tutor sebaya.

Selain itu, ada dua guru yang juga betindak sebagai pendamping saat itu. Yakni, Japari dan Wali Kelas Axioo Class Program Krishna Eka Puji Santosa.

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat melakukan perakitan, para siswa terlihat serius dan berhati-hati. Proses perakitan dilakukan tahap demi tahap secara bersamaan supaya bisa rampung berbarengan.

Satu orang tutor sebaya berdiri di depan, memberikan komando tahapan apa yang harus dilakukan. Jika ada kesulitan, tutor sebaya langsung turun tangan.

Selain dilakukan hati-hati, untuk merakit komponen laptop itu juga butuh waktu lama. Setelah berjalan hampir dua jam, proses perakitan baru berkisar 50 persen.

“Mereka ini kan masih tahap awal merakit laptop jadi tidak bisa cepat-cepat. Paling tidak butuh waktu 3 sampai 4 jam baru selesai. Nanti, kalau sudah mahir pasti bisa lebih cepat,” kata Krishna.

Di samping masih proses awal, banyaknya komponen laptop juga menjadikan perakitan berlangsung lama. Total komponennya ada 34 item. Terdiri 19 komponen eksterior (visual inspection) dan 15 komponen hardware (function inspection).“Selain banyak, sebagian besar komponen laptop ini ukurannya kecil-kecil. Jadi butuh hati-hati saat memasangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menambahkan, kelas Axioo merupakan kelas industri yang menyinkronkan kurikulum sekolah dengan skill dari industri. Pembelajaran kelas Axioo  menggunakan kelas  modern yang disebut sebagai Axioo Smart Classrooom.

Siswa belajar semua mata pelajaran dengan peralatan yang canggih. Kemudian, para guru akan menyampaikan materi di komputer yang ditayangkan pada layar kaca di tembok, dan dioperasikan dengan menyentuh kaca tersebut.

“Pada prinsipnya, proses evaluasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Hal ini akan meningkatkan motivasi siswa serta memudahkan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Menurut Sukamto, sistem pembelajaran di kelas Axioo juga menggunakan standar industri. Siswa akan dilatih membongkar laptop atau netbook serta merakit kembali komponen sampai berhasil menyala.

Di samping itu, siswa juga akan dibimbing untuk merawat dan memperbaiki kerusakan laptop sesuai standar industri. Satu hal lagi siswa juga akan diajarkan tentang organisasi perusahaan serta cara berwirausaha yang profesional.“Siswa kelas Axioo akan diberi kesempatan untuk mengikuti sertifikasi dari dunia industri baik berskala nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Dibukanya kelas khusus itu, seiring dengan adanya era pasar bebas ASEAN (MEA). Dalam era ini nantinya dibutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk mengisi posisi penting di industri.

Untuk itulah kelas baru ini disiapkan guna mendukung program pemerintah dalam menghadapi era pasar bebas ASEAN. Diharapkan, putra-putri kita nantinya akan mengisi tenaga profesional di berbagai industri tanah air, bahkan mampu bersaing di negara-negara tetangga.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →