Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
PATI HUTAN MINIMARKET

Minimarket Menjamur di Pati, Begini Sikap Anggota Dewan



Reporter:    /  @ 21:03:31  /  7 November 2016

    Print       Email
Brand Alfamart ditutup kain putih di depan Pasar Gembong, karena mendapatkan protes dari paguyuban pasar, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Brand Alfamart ditutup kain putih di depan Pasar Gembong, karena mendapatkan protes dari paguyuban pasar, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati Muhammadun menilai, keberadaan minimarket di Kabupaten Pati mulai menjamur dalam setahun terakhir. Sebelumnya, keberadaan minimarket tidak membanjiri setiap lokasi seperti yang ada sekarang ini.
Bahkan, keberadaan minimarket di Pati menurut Muhammadun tidak terkontrol sehingga punya dampak perekonomian yang signifikan, terutama pedagang-pedagang warung kelontong dan pasar tradisional. Dampak tersebut yang membuat Muhammadun terus mendorong agar Pemkab Pati punya solusi.

“Dulu, keberadaan minimarket masih sedikit. Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, minimarket tumbuh berkembang di Pati secara tidak terkontrol. Dampaknya tentu pada pedagang kelontong,” ujar Muhammadun, Senin (07/11/2016).

Menurutnya, keberadaan minimarket di Pati tidak masalah karena ikut dalam meningkatkan pendapatan daerah. Namun, hal itu tidak bisa dibiarkan bila keberadaannya tidak terkontrol hingga mengancam keberlangsungan pedagang kelontong atau pasar tradisional.

Karena itu, butuh terobosan dan solusi yang baik agar antara pasar modern dan tradisional tetap eksis. Pihaknya juga mengaku sudah berulang kali mendorong pemkab untuk membatasi dan menekan keberadaan minimarket supaya keberadaan pasar konvensional tetap eksis.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →