Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sepekan Setelah Ditetapkan jadi Desa Wisata, Pengunjung yang Datang ke Banjarejo Makin Ramai, Begini Kondisinya



Reporter:    /  @ 09:04:53  /  5 November 2016

    Print       Email
Para pelajar dari sekitar Banjarejo berkunjung untuk melihat koleksi benda bersejarah kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pelajar dari sekitar Banjarejo berkunjung untuk melihat koleksi benda bersejarah kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ditetapkannya Banjarejo sebagai desa wisata oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (27/10/2016) lalu ternyata membawa imbas positif. Sejak dijadikan desa wisata, pengunjung yang datang ke sana makin ramai.

“Penetapan Desa Wisata Banjarejo memang sedikit banyak ada dampaknya. Salah satunya, pengunjung selalu ramai sejak acara peresmian sampai sekarang,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, kebanyakan pengunjung yang datang dari kalangan pelajar dan komunitas. Namun, beberapa hari lalu ada rombongan dari kota sekitar bahkan ada yang berasal dari Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

“Saya sempat kaget ketika ada pengunjung yang bilang dari Kutai Kertanegara. Orangnya sempat ninggalin catatan nama dan nomor handphonenya. Katanya, dalam waktu dekat mau main ke sini lagi,” kata Taufik.

Selain melihat koleksi benda bersejarah, baik purbakala maupun cagar budaya, sebagian pengunjung ada yang minta diantarkan untuk melihat potensi wisata lainnya di Banjarejo. Seperti, sendang biru, sendang lumpur dan sumur minyak tua peninggalan Belanda. Para pengunjung ini diantara oleh beberapa warga Banjarejo yang memang sudah disiapkan jadi pemandu.

Selain ramai pengunjung, penetapan Desa Wisata Banjarejo juga membawa dampak meningkatnya kesadaran warga untuk menyerahkan benda bersejarah yang berhasil ditemukan. Salah satunya, dilakukan warga Banjarejo bernama Ali Sutopo yang secara sukarela menyerahkan penemuan fosil rahang bawah gajah purba.

“Selain Mbah Ali ada penemuan fosil kerang laut yang diserahkan ke sini. Tetapi, saya belum tahu siapa yang menyerahkan fosil kerang laut ini karena hanya diletakkan di meja yang ada di teras rumah,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →