Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Bupati Kudus Bilang Mudah Kok, untuk Menyejahterakan Rakyat



Reporter:    /  @ 09:00:07  /  4 November 2016

    Print       Email

 

 

Bupati Kudus H Musthofa memaparkan kepada khalayak luas bagaimana menyejahterakan rakyat itu bisa dengan mudah dilakukan. Tentunya dengan dukungan masyarakat itu sendiri. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa memaparkan kepada khalayak luas bagaimana menyejahterakan rakyat itu bisa dengan mudah dilakukan. Tentunya dengan dukungan masyarakat itu sendiri.
(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Jika banyak pemimpin daerah yang masih bingung bagaimana cara menyejahterakan rakyatnya, lain sekali dengan Bupati Kudus H Musthofa.

Bupati yang sudah delapan tahun memimpin Kudus ini, mengatakan jika ada cara yang mudah dan optimal, dalam mengupayakan kesejahteraan bagi penduduknya. ”Apalagi, masing-masing daerah memiliki potensi yang pastinya bisa dijadikan unggulan,” terangnya.

Bupati sendiri memberikan solusi praktis untuk menyejahterakan masyarakat. Tentunya harus diimbangi dengan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan usaha, ketika pemerintah hadir untuk memberikan solusi itu.

”Filosofi pemerintahan adalah harus bisa menyejahterakan rakyatnya. Tentu ada tahapan yang harus dilalui supaya hal itu bisa terwujud,” paparnya.

Menurutnya, ada beberapa indikator mengenai keberhasilan daerah. Yaitu kemiskinan dan pengangguran harus diturunkan dengan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja.

Berikutnya adalah keberhasilan pendidikan, kesehatan, dan sarpras publik. ”Kami arahkan pembangunan yang merata dengan mengoptimalkan potensi desa yang ada,” jelasnya.

Dengan pola ini, maka pembangunan bukan hanya terpusat di perkotaan saja, melainkan pemberdayaan potensi masyarakat secara menyeluruh. Di sektor apapun masyarakat terus diberdayakan kemampuannya. ”Dengan filosofi Gusjigang, masyarakat Kudus mampu mengimplementasikannya untuk berwirausaha,” katanya.

Yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah adalah pemberian pelatihan keterampilan secara gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Ditambah dengan adanya bantuan modal tanpa jaminan melaui Kredit Usaha Produktif (KUP) untuk peningkatan produktivitas.

”Bukan ini saja. Pada sektor pendidikan formal, kami gratiskan sekolah negeri dari SD hingga SMA/SMK. Bahkan kini kami kembangkan sekolah kejuruan tanpa APBD,” ujarnya.

Namun demikian, kreativitas dan perubahan mindset masyarakat dituntut untuk terus muncul, bagi inovasi pengembangan potensi diri. Yang imbasnya akan mampu menciptakan produk-produk yang inovatif untuk memenangkan kompetisi di dunia usaha.

”Hasilnya bisa kita lihat dari angka kemiskinan di Kudus yang terus menurun, seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →