Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Perbaikan Saluran Irigasi Kedung Ombo Belum Bisa Rampung Tahun 2016, Ini Alasannya



Reporter:    /  @ 20:21:23  /  3 November 2016

    Print       Email
Sejumlah pekerja masih melakukan perbaikan saluran irigasi Waduk Kedung Ombo yang melalui Bendung Sidorejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja masih melakukan perbaikan saluran irigasi Waduk Kedung Ombo yang melalui Bendung Sidorejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski sudah dikerjakan mulai akhir tahun 2015 lalu, namun perbaikan saluran irigasi Waduk Kedung Ombo dari beberapa bendung tidak bisa rampung tahun ini. Sebab, proyek tersebut memang dikerjakan secara multiyears dan baru berakhir pelaksanaannya pada akhir 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ni Made Sumiarsih saat dikonfirmasi wartawan. Menurutnya, proyek rehabilitasi saluran irigasi

Kedung Ombo dikerjakan menggunakan alokasi dana dari pos Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekitar Rp 1,6 triliun. Pelaksanaanya menggunakan model proyek tahun jamak (multiyears), yang dimulai pada akhir tahun 2015-2018.

Untuk tahun pertama, perbaikan saluran dialokasikan dana sekitar Rp 500 miliar. Adapun progres pengerjaan telah mencapai 35 persen.“Target pengerjaan proyek tahun ini hanya 30 persen. Tetapi dalam pelaksanaannya sudah dikerjakan 35 persen atau melebihi target,” katanya.

Dijelaskan, saluran irigasi primer itu selama 20 tahun belum pernah diperbaiki. Akibatnya, terjadi penurunan kapasitas air yang cukup besar. Yakni, dari 60 meter kubik per detik menjadi 30 meter kubik per detik.

Selain saluran lewat Bendung Sidorejo, dana Rp 1,6 triliun juga digunakan untuk membiayai beberapa pekerjaan lainnya. Seperti, rehabilitasi Bendung Klambu seluas 37.451 hektar yang memiliki saluran irigasi Klambu Kanan dan Klambu Kiri.

Kemudian, rehabilitasi dilakukan pada saluran induk dan saluran sekunder baik di saluran Klambu Kanan maupun Klambu Kiri. Di bendung ini juga akan dibangun jembatan agar jalan di bendungan tak dilalui kendaraan.

Di samping itu, rehabilitasi juga dilakukan pada saluran induk dan sekunder Wilalung seluas 6,448 hektar, Bendung Sedadi seluas 16,005 hektare dan Bendung Sidorejo seluas 6.038 hektar.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →