Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Nyambi Jualan Sabu, Tukang Servis Elektronik dan Pedagang Sembako di Grobogan Ini Dibekuk Polisi



Reporter:    /  @ 14:00:10  /  3 November 2016

    Print       Email
Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dua warga Desa Bugel, Kecamatan Godong dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Grobogan lantaran kedapatan membawa nakoba jenis sabu-sabu. Masing-masing adalah Tomi dan Arifin alias Gareng. Keduanya dibekuk dalam waktu dan tempat berlainan.

Tersangka Arifin alias Gareng lebih dulu ditangkap pada hari Kamis (27/10/2016) lalu sekitar pukul 18.30 WIB di belakang salah satu toko waralaba di Godong. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti satu paket sabu seberat 0,3 gram.

Setelah diinterogasi petugas, Gareng mengaku mendapat pasokan barang dari temannya bernama Tomi. Dari pengakuan ini, petugas kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap Tomi ketika orang ini melintas di belakang Pasar Godong, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ditangkap, petugas tidak berhasil mendapatkan barang bukti narkoba. Namun, ketika menggeledah rumah Tomi, petugas akhirnya berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0,5 gram beserta alat hisapnya.

“Penangkapan kedua tersangka ini awalnya dari informasi masyarakat yang mengabarkan kalau di sekitar Pasar Godong sering dipakai transaksi narkoba. Dari sini kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap dua pengedar ini,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (3/11/2016).

Ikut mendampingi kapolres saat gelar perkara, Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasat Resnarkoba AKP Abdul Fatah. Saat ditanya Kapolres, tersangka Gareng yang bekerja sebagai tukang servis barang elektronik itu mengaku mendapat barang dari kawan baiknya Tomi. Selama ini, sudah beberapa kali dia memesan barang terlarang itu. “Sebagian barang ini saya konsumsi sendiri. Saya pakai sabu buat doping biar kuat kerja lembur,” katanya.

Sementara tersangka Tomi mengaku mendapatkan barang dari temannya di Boyolali. Hanya saja, dia tidak pernah bertemu dengan penjual sabu tersebut. Sebab, sabu yang dipesan biasanya sudah ditempatkan di lokasi tertentu dan dia diminta mengambilnya.

“Saya bayarnya lewat transfer. Setelah uang diterima, saya nanti akan dihubungi untuk ngambil barang ditempat yang ditentukan. Jadi, tidak pernah ketemuan,” jelas pria yang sehari-hari berjualan sembako itu.

Terkait dengan pengakuan kedua tersangka, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Termasuk untuk memburu pemasok barang yang menurut pengakuan salah satu tersangka didapat dari Boyolali. “Kita masih melakukan pengembangan kasus ini. Informasi dari tersangka ini masih kita dalami lebih lanjut,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →