Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Status Siaga, 950 Personel Polres Grobogan Dilarang Izin Tinggalkan Tugas, Kecuali…..



Reporter:    /  @ 10:00:50  /  3 November 2016

    Print       Email
Anggota Polres Grobogan mengikuti kegiatan apel kesiagaan di halaman Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Polres Grobogan mengikuti kegiatan apel kesiagaan di halaman Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait adanya aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada 4 November besok, seluruh jajaran kepolisian siaga. Termasuk personel di Polres Grobogan. Hal itu terlihat dengan adanya apel kesiagaan yang digelar di Mapolres Grobogan, Kamis (3/11/2016).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menegaskan, terkait adanya aksi demonstrasi di Jakarta, seluruh anggota Polri dari Sabang sampai Merauke diharuskan siaga dan mengupayakan terciptanya suasana kondusif di wilayah kerjanya. Terkait kondisi itu, semua anggotanya dilarang izin karena harus bersiaga penuh.

“Semua anggota Polres Grobogan yang jumlahnya sekitar 950 orang dilarang izin untuk meninggalkan tugas. Permintaan izin hanya diberikan untuk satu hal khusus. Yakni, (mohon maaf), apabila ada orang tua, keluarga atau saudaranya yang meninggal dunia. Selain alasan itu tidak ada izin,” tegas Agusman.

Ia menyatakan, situasi kamtibmas di Grobogan sejauh ini masih tetap kondusif. Hingga saat ini, belum ada laporan adanya pengerahan warga Grobogan untuk melakukan unjuk rasa ke Jakarta.

Disinggung munculnya kabar jika Jumat besok akan ada aksi damai berupa penggalangan tanda tangan mendukung demo di Jakarta, Agusman menegaskan, sejauh ini belum ada pemberitahuan.

“Kalau ada yang mau menyampaikan aspirasi kita persilahkan tetapi harus sesuai prosedur. Sampai sekarang belum ada pemberitahuan masuk ke kita. Kalau besok ada kegiatan di area publik tanpa pemberitahuan lebih dulu maka akan kita bubarkan,” cetus Agusman.

Menurut Agusman, pihaknya tidak pernah melarang bila ada warga yang akan ikut aksi. Tetapi dia meminta agar masyarakat menggunakan logika untuk memahami aksi ini, khususnya kepada para generasi muda.

Sebab, para remaja biasanya lebih mudah terpancing dan ikut serta dalam sebuah aksi. Padahal mereka ini belum memahami terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya aksi tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →