Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

3 Tahun Beraksi, Toni Mondol Gasak 50 Sepeda Motor



Reporter:    /  @ 16:34:07  /  2 November 2016

    Print       Email
Barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh Polres Rembang. Untuk saat ini jumlahnya mencapai 19 unit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh Polres Rembang. Untuk saat ini jumlahnya mencapai 19 unit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sepandai-pandai tupai melompat, pasti terpeleset juga. Ungkapan itu seolah cocok untuk PPH (41) alias Toni Mondol, pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang akhirnya dibekuk polisi.

Toni merupakan warga Desa Kabongan Kidul,Kecamatan Rembang. Kelihaiannya mencuri motor tak perlu diragukan lagi. Selama tiga tahun ini, pria sudah puluhan kali mencuri sepeda motor di wilayah Rembang, Blora dan Kudus.

Toni berhasil dibekuk pada Rabu (26/10/2016) lalu. Hal ini, setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan atas laporan warga  bernama Tetyowati (51), warga Kelurahan Sidowayah, Kecamatan Rembang, yang kehilangan sepeda motor jenis Vario pada Mei 2013 lalu.

“Dalam pengembangan yang kita lakukan, akhirnya terungkap nama Toni ini, yang kemudian kita target. Setelah, tercium keberadaannya, maka anggota kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat gelar perkara di Mapolres Rembang, Rabu (2/11/2016).

Menurutnya, dari pengakuan pelaku, sejak 2013 hingga 2016 ini, Toni sudah menggasak sebanyak 50 sepeda motor berbagai merek di beberapa wilayah. Di antaranya, Rembang, Kudus dan Blora. Namun, barang bukti yang saat ini berhasil diamankan tim Reskrim Polres Rembang  ada 19 sepeda motor.

Setelah mengamankan Toni, polisi juga mengamankan Sumarto (46) warga Desa Terteg, Kecamatan Pucakwangi, Pati dan Mulut (45) warga Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Pati. Keduanya merupakan penadah hasil curian sepeda motor dari Toni.

“Motor curian dari Toni, kemudian dibeli Sumarto maupun Mulut dengan harga Rp 1.5 juta hingga Rp 2 juta. Tergantung merk sepeda motor. Setelah itu kedua penadah tersebut langsung menjualnya kembali di wilayah Kecamatan Rembang bagian pedalaman,” kata Kapolres.

Menurutnya, aksi pencurian yang dilakukan, pelaku biasanya mengintai warga yang memarkirkan kendaraannya di pekarangan rumah atau persawahan. Ketika pemilik kendaraan lengah, kemudian pelaku langsung melancarkan aksinya tersebut dengan menggunakan kunci letter T.

Lebih lanjut ia katakana, dari 19 unit sepeda motor yang berhasil diamankan oleh Polres Rembang,di antaranya adalah Honda Vario atas nama Joko Susilo warga Desa Weton, Kecamatan Rembang, Honda Supra X atas nama Muhammad Khoirul Anam warga Desa Labuhan Kecamatan Sluke, Yamaha Vixion atas nama Sandi Susanto warga Desa Sendangagung, Kecamatan Rembang, Honda Supra Fit atas nama Riniwati warga Desa Langenharjo Kecamatan Juwana Pati, Honda Revo atas nama Ibnu Khaldun Ngawen, Blora dan selebihnya masih dalam tahap pendataan Reskrim.

“Bagi korban atau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor, maka kami persilakan untuk mengkroscek di Polres Rembang dengan cara membawa surat kehilangan, BPKB, STNK dan sejenisnya. Bilamana kendaraan itu milik korban pencurian maka akan kita kembalikan secara gratis,” ucapnya.

Sementara itu, saat diwawancarai MuriaNewsCom, pelaku yakni Toni Mondol mengaku melakukan tindakan kriminal tersebut lantaran beban ekonomi. “Saya melakukan ini karena untuk bayar hutang. Sebab beban ekonomi memang berat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →