Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tidak Ngantor Berbulan-Bulan, Agus Diberhentikan Sementera sebagai Kades Jenengan



Reporter:    /  @ 17:12:52  /  1 November 2016

    Print       Email
Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti. Dirinya menyampaikan, jika Agus Suseno diberhentikan sementara sebagai Kades Jenengan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti. Dirinya menyampaikan, jika Agus Suseno diberhentikan sementara sebagai Kades Jenengan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan-Sanksi skorsing atau pemberhentian sementara dikenakan pada Kepala Desa Jenengan, Kecamatan Klambu Agus Suseno. Tindakan ini diberikan lantaran sudah berbulan-bulan lamanya, Agus tidak pernah lagi masuk kerja.

“Peringatan terhadap Kades Jenengan sudah kita lakukan berulang kali sesuai ketentuan. Lantaran tidak diindahkan, maka kita berikan sanksi lebih lanjut berupa skorsing selama 3 bulan,” tegas Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti pada wartawan, Selasa (1/11/2016).

Terkait dengan skorsing tersebut, kendali pemerintahan akan dijalankan oleh Plt Kepala Desa. Untuk pejabat yang mengisi dipercayakan pada Kasi Trantib Kecamatan Klambu Heru Winarno.

Sesuai mekanisme, jabatan Plt itu harusnya diemban oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Jenengan. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan lantaran kondisi kesehatan sekdes tidak memungkinkan.

“Sekdesnya kondisinya masih sakit dan yang bersangkutan tidak sanggup kalau harus mengemban jabatan Plt. Oleh sebab itu, posisi Plt dipercayakan dari pegawai kecamatan, yakni Kasi Trantibnya. Penyerahan jabatan Plt Kades Jenengan ini rencananya dilangsungkan Kamis besok,” jelas Daru.

Akibat mangkirnya kades tersebut, administrasi di Desa Jenengan menjadi terbengkalai. Seperti, APBDes 2014 dan 2015 belum dilaporkan pertanggungjawabannya.

Kemudian, APBDes 2016 tidak dapat digunakan karena belum diteken kades. Informasi yang berkembang, selain sudah lama tidak ngantor, Agus Suseno diduga juga menggunakan uang desa untuk kepentingan pribadi.

“Kalau untuk penyalahgunaan uang desa, itu harus melalui audit lebih dahulu untuk bisa membuktikan. Untuk saat ini, kita memberikan sanksi skorsing berkaitan dengan pelanggaran administrasi. Yakni, tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya selaku kepala desa,” terang Daru.

Kabar terbaru juga menyebutkan, jika Agus Suseno diduga ikut jadi salah satu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo. Bahkan, Agus disebut-sebut pernah menghimpun dana dari beberapa warganya dan selanjutnya disetorkan ke padepokan itu.

“Informasi kalau Kades Jenengan jadi pengikut Dimas Kanjeng memang sudah ramai dibicarakan. Namun, dari daftar nama pengikut Dimas Kanjeng yang menyebar, tidak ada nama Agus Suseno. Sejauh ini kita juga belum bisa minta keterangan karena yang bersangkutan tidak diketahui lagi keberadaannya. Pihak keluarga yang kita datangi juga tidak tahu di mana Agus Suseno berada saat ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →