Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dari Hanya Bisa Perbaiki Sepeda, Hidup Fahturozi Berubah karena Hal Ini



Reporter:    /  @ 16:00:44  /  1 November 2016

    Print       Email
Fahturozi, (31), warga Kabupaten Kudus, akhirnya bisa membuka bengkel. (Istimewa)

Fahturozi, (31), warga Kabupaten Kudus, akhirnya bisa membuka bengkel. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Setiap orang pasti memiliki mimpi yang indah, yang kemudian sesuai dengan keinginannya. Namun terkadang, ada saja halangan untuk bisa mewujudkan impian tersebut.

Demikian juga dengan anak-anak muda di Kabupaten Kudus. Mereka memiliki impian, yang tentunya sesuai dengan apa yang diinginkannya supaya terwujud. Namun, hanya kerja keras dan tidak kenal menyerah, yang bisa membuat impian itu terwujud.

Kata menyerah juga tidak ada dalam kamus seorang Fahturozi, (31), warga Kabupaten Kudus. Impiannya untuk bisa memiliki memiliki ilmu mengenai mesin dan perbengkelan, terus menyala dalam dirinya. Sehingga dirinya berusaha untuk menambah ilmu yang ada.

”Semula saya hanya bisa memperbaiki sepeda saja. Tapi memang saya ingin supaya saya bisa menambah wawasan saya agar bisa memperbaiki mesin. Apakah itu mesin motor atau mobil. Itu cita-cita saya,” tuturnya.

Keinginan kuat itu, lantas membawa Fahturozi ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Di sana, dirinya kemudian memilih pelatihan yang sesuai dengan keinginannya. ”Saya pertama memilih kursus mesin. Karena memang saya ingin memperdalam ilmu saya soal itu,” katanya.

Berbekal ilmu yang diterimanya di BLK itu, Fahturozi lantas mendirikan bengkel di rumahnya. Dia mulai berani untuk memperbaiki mesin-mesin lain selain mesin sepeda. ”Inilah yang kemudian saya sebut banyak manfaatnya sekali belajar di BLK. Karena ilmu saya bertambah, ketrampilan saya bertambah. Sehingga bisa mengaplikasikannya langsung di kehidupan saya sehari-hari,” paparnya.

BLK sendiri memang memiliki program untuk membantu warga Kudus, terutama anak-anak muda yang memiliki mimpi berwirausaha, dengan memberikan aneka pelatihan. Sehingga anak-anak muda itu, bisa memiliki ketrampilan yang digunakan untuk bekerja di kemudian hari.

Program-program di BLK memang dibuat sedemikian rupa, sebagai bagian dari kegiatan yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Saya berharap, Pemkab Kudus bisa menambah lagi jenis-jenis ketrampilan yang ada, sehingga ilmu kami bertambah banyak. Termasuk juga bantuan-bantuan alat, yang akan membantu kami dalam bekerja,” harap Fahturozi. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →