Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Duh, Senangnya Jadi Bayi di Kabupaten Kudus



   /  @ 10:25:11  /  1 November 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi-bayi yang baru lahir di Kabupaten Kudus, mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Salah satunya adalah mereka akan terlindungi hak-hak sipilnya.

Pemkab Kudus sudah mencanangkan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”. Ini adalah program yang sudah dicanangkan sejak Mei 2016 lalu.

Jika pada awal program ini dicanangkan hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus saja yang melayani program ini, namun sejak beberapa waktu lalu, beberapa rumah sakit swasta juga sudah ikut serta melaksanakan program ini.

”Kenapa kami canangkan program ini, agar bayi yang baru lahir terlindungi hak-hak sipilnya. Juga untuk tertib administrasi kependudukan, yakni pemberian akta kelahiran pada usia 0-18 tahun,” jelas Bupati Kudus H Musthofa.

Selain rumah sakit daerah, rumah sakit lainnya adalah RS Mardi Rahayu, RS Islam, RS Aisyiyah, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, dan RS Nurussyifa. Sedangkan dua lainnya adalah RSIA Permata Hari dan RSIA Harapan Bunda.

”Sejak kita canangkan program ini, di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, hingga kini sudah melayani kurang lebih 390 akta kelahiran. Sekarang pemkab melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta, sehingga akan makin banyak bayi-bayi yang lahir yang mendapatkan akta kelahirannya secara langsung,” paparnya.

Bupati juga meminta agar para kepala desa dan lurah, serta ketua RT dan RW, agar menyosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat. Termasuk menekankan bahwa layanan ini gratis, tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun.

Urusan pelayanan ini, menurut bupati, juga tidak akan dibuat ribet. Semuanya akan dilayani dengan sebaik-baiknya, dengan cara yang mudah. ”Persyaratan yang kurang lengkap, saya minta bisa dilayani melalui email atau Whatsapp (WA). Sehingga masyarakat bisa semakin mudah untuk mendapatkan layanan ini,” tegasnya.

Bupati mengatakan bahwa ini merupakan bukti komitmen programnya untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena dirinya telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal.

”Maka tidak ada perbedaan di rumah sakit negeri atau swasta. Jadi tolong bantu kami atas komitmen pelayanan kesehatan ini untuk masyarakat. Dan kerja sama ini juga menunjukkan bahwa, pelayanan kesehatan bukan hanya tanggung jawab kami, tapi juga tangggung jawab bersama,” harap bupati.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →