Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga Kuwawur Pati Mulai Manfaatkan Jagung sebagai Makananan Pokok



Reporter:    /  @ 21:58:08  /  31 Oktober 2016

    Print       Email
Perangkat Desa Kuwawur, Sukolilo, Pati menyantap nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif selain nasi beras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Perangkat Desa Kuwawur, Sukolilo, Pati menyantap nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif selain nasi beras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Pati saat ini mulai memanfaatkan jagung sebagai sumber makanan pokok, selain beras. Kondisi tersebut mendapatkan tanggapan dari Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Pati.

Kepala KKP Pati, Pujo Setijanto kepada MuriaNewsCom, Senin (31/10/2016) mengatakan, masyarakat Indonesia mayoritas mengonsumsi nasi beras sebagai makanan pokok. Padahal, produksi padi di tingkat petani mengalami penurunan setiap tahunnya.

Hal itu disebabkan banyaknya area persawahan yang dialihfungsikan sebagai pemukiman. Karena itu, pihaknya mendukung bila ada warga Pati yang memanfaatkan nasi jagung sebagai alternatif sumber pangan, selain nasi beras.

Terlebih, hasil jagung di kawasan Pati selatan meningkat setiap tahunnya. Pemanfaatan nasi jagung dianggap sebagai salah satu upaya masyarakat untuk menyukseskan program swasembada pangan di Indonesia.

“Seperti kita tahu, ada banyak sumber karbohidrat di Indonesia, selain nasi. Untuk mewujudkan program swasembada pangan, semua potensi memang perlu dioptimalkan, termasuk potensi nasi jagung,” kata Pujo.

Menurutnya, nasi jagung di kalangan masyarakat masih terkesan dengan makanan masyarakat kalangan ekonomi rendah. Namun, tanpa disadari, nasi jagung punya kadar gizi yang tidak kalah dengan nasi beras. Terlebih, nasi jagung memiliki kadar rendah gula sehingga baik untuk kesehatan.

Di Pati sendiri, produksi padi masih sangat melimpah dan selalu menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Namun, pemanfaatan nasi jagung sebagai makanan pokok alternatif diakui bukan hal yang keliru.

“Produksi padi di Pati selalu mengalami surplus setiap tahunnya, bahkan bisa menopang ketahanan pangan untuk daerah lain. Tapi, tidak ada salahnya kalau ada masyarakat memanfaatkan nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif, karena rendah gula dan baik untuk kesehatan,” ucap Pujo.

Pada 2015, panen padi di Pati mencapai 646.068 ton, jagung sebanyak 138.075 ton, dan kedelai 4.172 ton. Dia berharap, semua potensi alam pertanian di Pati bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak harus melulu pada padi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →