Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ngeri! Ini Cerita Wadi yang Rumahnya Roboh Diterjang Puting Beliung



Reporter:    /  @ 16:15:40  /  31 Oktober 2016

    Print       Email
Para petugas dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon serta BPBD Grobogan membantu membereskan rumah warga yang roboh akibat terjangan lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petugas dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon serta BPBD Grobogan membantu membereskan rumah warga yang roboh akibat terjangan lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski ada beberapa rumah roboh dan rusak, namun bencana puting beliung di Kecamatan Pulokulon, Minggu (30/10/2016) malam, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, bencana tersebut membuat trauma warga yang rumahnya roboh diterjang angin.

“Waduh, anginnya kemarin kencang sekali. Saya sempat ketakutan saat angin datang dari arah barat,” kata Wadi, warga Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan yang rumahnya roboh diterjang angin.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tidak lama kemudian, hujan yang turun diselingi hembusan angin kencang.“Rumah saya kebetulan di pinggir sawah. Jadi, ketika angin datang terasa sekali hembusannya,” cetus bapak dua anak itu.

Melihat kondisi dirasa cukup membahayakan, Wadi kemudian mengajak istri dan kedua anaknya ke teras rumah. Hal itu dilakukan agar sewaktu-waktu terjadi musibah, bisa menyelamatkan diri dengan cepat.

“Tidak lama setelah ada diteras, rumah sudah bergoyang-goyang. Kami berempat kemudian lari ke halaman dan beberapa menit kemudian rumah saya ambruk. Beruntung, kami sekeluarga bisa selamat,” katanya.

Kesedihan akibat rumahnya ambruk juga dialami Purwoto yang rumahnya ada di seberang rumah Wadi. Menurutnya, rumahnya dari kayu yang ambruk itu baru saja didirikan seminggu lalu.

“Rumah ini persis selesai seminggu lalu dan belum sempat ditempati. Soalnya, saya baru mau persiapan menata barang-barang. Saat kejadian, saya ada di rumah orang tua di depan,” cetusnya.

Sementara itu, sejak pagi tadi, puluhan orang tampak berada di lokasi untuk membantu membereskan reruntuhan rumah yang roboh. Selain warga setempat, kerja bakti juga dibantu personel dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon. Belasan anggota BPBD juga terlihat membantu menebang pohon yang kondisinya membahayakan setelah sebelumnya terkena angin.

“Sejak malam setelah kejadian, kami sudah berada di lokasi. Ini kita masih membantu menebang pohon yang miring akibat tertiup angin supaya tidak roboh menimpa rumah warga,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan.

Seperti diberitakan, bencana alam berupa angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Pulokulon itu menyebabkan 4 rumah warga roboh. Dari empat rumah yang ambruk, tiga di antaranya ada di Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan. Masing-masing milik Wadi, Purwoto, dan Sunardi.

Sedangkan satu rumah roboh lainnya, milik Marno yang ada di Dusun Sugihan, Desa Tuko. Disamping itu, ada juga kandang ayam milik Budiyono, warga Panunggalan yang ambruk.

Hembusan angin kencang juga menyebabkan tenda dan panggung hiburan di areal sawah Dusun Kedung Wungu ambruk. Lokasi ini, sedianya akan dipakai untuk panen raya jagung yang digelar PT Bisi International hari ini, Senin (31/10/2016). Lantaran lokasinya porak poranda, acara panen jagung dan pertemuan kelompok tani dipindahkan ke balaidesa Panunggalan.

“Data korban angin lisus ini ada empat rumah roboh. Sedangkan yang rusak ringan ada puluhan akibat genting rumahnya kocar-kacir. Untuk pohon tumbang juga banyak sekali,” kata Camat Pulokulon Basuki Mulyono saat ditemui di lokasi bencana.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →