Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kiai di Welahan Jepara Jelekkan Salah Satu Paslon Bupati



Reporter:    /  @ 14:09:33  /  31 Oktober 2016

    Print       Email
Para pasangan calon bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

Para pasangan calon bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara, mulai diteror kampanye negatif. Padahal hal tersebut berdampak negatif, dan bisa memecah belah antarwarga.

Ketua MUI Jepara, Mashudi mengatakan pilkada di Kota Ukir yang hanya diikuti oleh dua paslon memang memunculkan kerawanan tersendiri. Seperti kampanye negatif yang menyerang salah satu paslon dengan menggunakan istilah yang berkaitan dengan tingkat penguasaan ilmu agama.

Dan hal itu diakuinya sudah mulai muncul. Salah satunya seperti yang terjadi saat forum pengajian yang digelar di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

“Kiai pengajian itu membandingkan dua paslon. Tapi ujungnya itu mengarah kampanye negatif yang menyerang paslon lain,” kata akademisi Unisnu Jepara dan juga UIN Walisongo Semarang ini, baru-baru ini.

Mashudi berharap tokoh agama di Kabupaten Jepara tidak terkotak-kotak atau bahkan malah memprovokasi yang berujung terbelahnya masyarakat seiring gawe pilkada.

Menurutnya, tokoh agama justru harus mendorong pelaksanaan gawe pilkada yang damai dan teduh di Kota Ukir.

“Istilahnya jangan sampai ada kaca yang pecah atau ranting yang patah hanya gara-gara pilkada. Kasus Dongos beberapa tahun lalu di Jepara harus jadi pelajaran kita bersama,” ujarnya.

Diketahui, kasus rusuh pemilu di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara terjadi pada 30 April 1999 atau kurang dari dua bulan menjelang Pemilu 1999. Waktu itu massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terlibat bentrok yang mengakibatkan empat orang tewas, puluhan luka-luka dan kerugian material lainnya.

Ihwal mulai munculnya kampanye negatif yang menyerang paslon tertentu juga diakui oleh Ali Mursid dari Ponpes Dhilalul Quran, Raguklampitan, Jepara. Bahkan “serangan” itu dengan menggunakan sarana publik baik yang ada di dunia maya maupun nyata. “Itu sudah marak sekali. Ini yang kita sesalkan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →