Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kades Banjarejo Galang Koordinasi soal Situs Meski Lewat Medsos



Reporter:    /  @ 07:05:16  /  31 Oktober 2016

    Print       Email
grobogan-kerajaan-2-e

Bupati Grobogan Sri Sumarni melihat koleksi benda-benda purbakala Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, memang sudah resmi ditetapkan sebagai desa wisata. Namun, upaya eksplorasi terhadap situas sejarah di wilayah itu, harus terus dilakukan.

Kepala Desa (Kades) Banjarejo Ahmad Taufik mengatakan, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, yang ada hubungannya dengan keberadaan sebuah situs.

Koordinasi itu, menurut Taufik, baik melalui short message service (SMS) atau pesan singkat, maupun telepon. Bahkan sudah beberapa kali pihaknya berkomunikasi langsung ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta, tim Ahli Cagar Budaya Jateng, dan Disporabudpar Grobogan.

”Setiap ada penemuan, langsung kita informasikan dan kirimkan fotonya pada instansi terkait. Jadi koordinasi itu selalu kita lakukan, meski terkadang hanya lewat media sosial (medsos),” katanya.

Taufik mengatakan, terkait pembenahan sarana dan prasarana wisata, pihaknya tidak akan mengandalkan dana dari Pemkab Grobogan saja. Tetapi juga akan berupaya semampunya lewat dana desa, kalau memang memungkinkan.

Selain itu, sebisa mungkin pihaknya akan menyiapkan sarana sederhana dengan dana swadaya masyarakat. ”Yang jelas kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan wisata di sini. Soal kendala yang dihadapi, nanti kita pecahkan bersama dengan berbagai pihak. Terutama Pemkab Grobogan. Biar terasa ringan,” jelasnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni sendiri memang mendukung langkah mengembangkan Desa Banjarejo ini. yang akan membangun kawasan itu.Bupati merasa optimistis jika ke depan, Desa Banjarejo bakal jadi tempat kunjungan wisatawan.

Menurut bupati, untuk memaksimalkan potensi Banjarejo, tentu tidak selesai dengan menetapkan jadi desa wisata saja. Tetapi banyak hal lain yang harus dilakukan agar pencanangan desa wisata bisa sukses seperti harapan semua pihak.

”Jadi, untuk menyukseskan Desa Wisata Banjarejo ini harus dikejakan satu persatu. Tidak bisa dalam sekejap karena butuh waktu dan biaya,” jelasnya.

Salah satu prioritas yang akan dilakukan adalah pembenahan sarana dan prasarana pendukung. Yakni, perbaikan akses menuju Banjarejo, karena masih ada banyak ruas jalan yang kondisinya rusak. Baik akses dari Kecamatan Kradenan maupun Kecamatan Ngaringan.

”Saya sudah perintahkan supaya perbaikan jalan menuju Banjarejo dialokasikan pada APBD 2017. Saat ini, proses penyusunan APBD 2017 masih dalam tahap awal. Soal perbaikan akses jalan ke Banjarejo juga sudah dapat dukungan penuh dari Pak Agus Siswanto (ketua DPRD Grobogan, red). Untuk pembenahan sarana dan prasarana pendukung lainnya pasti akan kita perhatikan,” terang Sri.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →