Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Makin Banyak Sampah, Desa Tempur Jepara Dapat Perhatian Khusus



Reporter:    /  @ 16:35:33  /  30 Oktober 2016

    Print       Email
jepara-tempur-2

Kawasan Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa. Sehingga menjadi andalan wisata di wilayah itu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Desa Tempur, Kecamatan Keling, merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Jepara. Lokasinya memang jauh dari pusat kota, namun potensinya sangat luar biasa.

Berada di lereng Pegunungan Muria, Desa Tempur memiliki keindahan pemandangan dan kekayaan alam yang sangat luar biasa. Ini sangat mendukung sektor pariwisata di Jepara. Termasuk juga hasil-hasil pertaniannya sangat menjanjikan.

Namun dalam pengelolaan sampahnya, Desa Tempur ternyata masih butuh perhatian dari berbagai pihak. ”Baik dari instansi pemerintahan maupun non-pemerintah. Sehingga Desa Tempur bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dibanggakan, bahkan menjadi ikon Kabupaten Jepara,” kata Widjanarko, dari Muria Research Center (MRC).

Salah satu permasalahan yang perlu menjadi perhatian serius di sana, menurut Widjanarko, adalah masalah sampah yang semakin hari semakin menumpuk. Itu dapat dijumpai di pinggir-pinggir sungai yang mengalir di desa tersebut.

”Maka dari itu, kami perlu menggagas atau mengadakan diskusi atau rembug desa, untuk penguraian masalah sampah yang harus segera diselesaikan. Karena kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolok ukur kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Widjanarko mengatakan, masyarakat yang telah mementingkan kebersihan lingkungan, dipandang sebagai masyarakat yang kualitas hidupnya lebih tinggi, dibandingkan masyarakat yang belum mementingkan kebersihan. ”Salah satu aspek yang dapat dijadikan indikator kebersihan lingkungan adalah sampah. Bersih atau kotornya suatu lingkungan, tercipta melalui tindakan-tindakan manusia dalam mengelola dan menanggulangi sampah yang mereka hasilkan,” paparnya.

Persoalan sampah ini juga terjadi di Desa Tempur. Karena itu, bekerja sama dengan pemerintah desa (pemdes) dan karang taruna desa setempat, MRC mengadakan rembug desa, yang akan digelar pada Senin (31/10/2016).

Bertempat di balai desa setempat mulai pukul 13.00 WIB, rembug desa ini akan diikuti warga desa setempat. Mulai dari perangkat desa, ketua RT dan RW, organisasi PKK, dan tokoh masyarakat lainnya.

Widjanarko mengatakan, kegiatan ini ingin memberikan informasi terkait pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga, serta menggugah peran masyaarkat untuk memiliki perilaku yang bertanggung jawab terhadap sampah yang dimiliki.

”Kami ingin masyarakat bisa tergugah dalam menjaga kebersihan, terutama tata kelola sampah. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada mereka dalam rembug desa nanti. Kita juga mengundang pihak Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Jepara, dan Ibu Sri Setuni selaku pengelola Bank Sampah Jati Asri,” paparnya.

Dengan acara ini, ditambahkan Widjanarko, akan tercipta sebuah pengelolaan sampah yang baik oleh masyarakat. Sehingga Tempur akan berkembang semakin baik, menjadi desa yang benar-benar bisa menjadi desa wisata andalan. ”Kalau tidak kita sebagai warga, siapa lagi yang memulai. Dan kalau bukan warga sendiri, siapa yang akan peduli,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →