Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Keren, Anak Muda Mayong Jepara Ini Menghidupkan Lagi ”Bayi” Kartini



Reporter:    /  @ 13:45:04  /  30 Oktober 2016

    Print       Email
kirab-kartini-2-e

Sekelompok anak muda mengusung ranjang atau tempat tidur yang dulunya adalah tempat dilahirkannya pahlawan emansipasi Raden Ajeng Kartini, dalam kirab budaya yang dilaksanakan pada peringatan Sumpah Pemuda kemarin. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Cerita tentang sosok Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita, barangkali sudah begitu banyak diketahui publik. Namun, cerita bagaimana sosok Kartini lahir sebagai bayi, mungkin belum banyak yang mengetahuinya.

Keinginan untuk menampilkan sosok lain seorang Kartini inilah, yang melatarbelakangi komunitas seni dan budaya di Kecamatan Mayong, menggelar acara bertajuk ”Negeri yang Terlahir Kembali”, yang juga sebagai salah satu bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda, pada Jumat (28/10/2016) kemarin.

Dalam acara yang digagas Sanggar Barokahe Tiyang Sepuh (BTS) ini, ada yang unik yang ditampilkan. Yakni kirab budaya, yang isinya adalah melahirkan kembali sosok ”bayi” Kartini.

”Semua orang rasanya memang mengenal sosok Kartini saat dia sudah besar dengan segala pemikirannya. Namun, rupanya ada peninggalan-peninggalan Kartini lain, terutama saat beliau lahir ke dunia ini sebagai bayi,” kata Kang Munif, selaku konseptor sekaligus koordinator kegiatan.

Sosok ”bayi” Kartini ini diwujudkan dengan peninggalan-peninggalan atau benda-benda yang berhubungan dengan Kartini, saat lahir. Ada beberapa benda yang ditemukan akhir-akhir ini, yang ternyata memiliki nilai sejarah tinggi terkait dengan Kartini.

Misalnya saja, tahukah Anda bagaimana bentuk ranjang di mana Kartini dilahirkan dahulu? Ranjang inilah yang kemudian ditemukan dan dikirab dalam acara tersebut. Sangat besar bentuknya, sehingga harus dibawa delapan orang dewasa sepanjang acara.

Temuan lain yang terkait ”bayi” Kartini adaah pilisan atau landasan untuk membuat bedak untuk perempuan yang habis melahirkan, bedak herbal untuk pereda nyeri, kotak popok, lumpang, kastok cermin, kastok tanpa cermin, kap lampu kamar, dan piring kuno. Semuanya berhubungan dengan kelahiran Kartini.

Benda-benda tersebut dikirab keliling wilayah Mayong. Yakni dimulai dari kantor Balai Desa Pelemkerep, kemudian sampai di Pendapa Kecamatan Mayong. Meski sempat diguyur hujan, namun tidak mengurangi suasana meriah kegiatan itu.

”Benda-benda tersebut selama ini memang belum pernah ditemukan sebelumnya. Apalagi diungkap sejarahnya, yang ternyata sangat erat terkait dengan RA Kartini. Sehingga ini sangat penting untuk diperlihatkan ke masyarakat luas, sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah yang ada,” terang Kang Munif.

Kegiatan ini sendiri, diikuti oleh mereka para seniman dan masyarakat yang peduli dengan sejarah, yang tergabung dalam komunitas ”Njagong Kabudayaan”. Banyak sanggar yang ikut serta di dalamnya. Selain Sanggar BTS, ada juga Sanggar Kidung Suwung, Komunitas Punden, Grup Musik Akustik Santri Jalanan, Kelompok Seni TeRaSS omah, dan Masyarakat Seni Mayong.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →