Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Diguyur Hujan Deras 2 Hari, Peserta Jamran di Grobogan Bisa Petik Pelajaran dari Alam



Reporter:    /  @ 20:00:20  /  29 Oktober 2016

    Print       Email
Peserta Jambore Ranting Kwartir Geyer tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski sempat diguyur hujan deras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta Jambore Ranting Kwartir Geyer tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski sempat diguyur hujan deras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Para peserta Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Geyer mendapat kesempatan belajar langsung dari kondisi alam ketika melangsungkan kegiatan. Dalam pelaksanaan jamran yang dilangsungkan di Lapangan Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer tersebut, sempat diguyur hujan deras dua hari berturut-turut.

Jamran tersebut digelar 26 hingga Sabtu 29 Oktober ini. Pada 27 dan 28 Oktober, hujan deras mengguyur lokasi jambore dari siang hingga malam.

Akibat guyuran hujan ini, kondisi lapangan penuh air dan menjadikan tenda peserta kebanjiran. Peserta jambore kemudian diminta beralih ke gedung sekolah yang berada persis di utara lapangan.

“Beruntung, dekat lokasi ada sekolah SD sehingga peserta bisa kita tempatkan di situ saat hujan. Meski diguyur hujan, namun, para peserta tetap semangat mengikuti kegiatan sampai selesai. Pada hari terakhir, cuaca cerah sehingga kegiatan penutupan bisa berlangsung lancar,” kata Panitia Jamran Lulun Surono didampingi Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Menurut Lulun, para pramuka memang punya slogan khas “Di sini senang, di sana senang dan dimana-manapun senang”. Sehingga, dalam kondisi apapun tidak mengurangi semangat untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.

Di sisi lain, turunnya hujan dalam pelaksanaan jamran itu juga dinilai membawa berkah tersendiri. Sebab, para peserta bisa mengambil pelajaran sesuai tema jamran kali ini, yakni pentingnya menjaga lingkungan.

“Seperti diketahui, musibah yang terjadi selama ini, salah satunya disebabkan adanya kerusakan lingkungan. Nah, dari sini, adik-adik peserta jamran bisa mendapat pelajaran. Mereka harus bisa menjaga lingkungan di sekitarnya guna mencegah terjadinya bencana,” jelasnya.

Lulun menyatakan, jamran kali ini diikuti 31 regu penggalang putra dan 27 putri dari pangkalan Gugusdepan SD/MI. Kemudian, dari  pangkalan Gugus Depan SMP/MTs diikuti 4 regu putra dan dan 7 regu putri.

Selama jambore, beragam kegiatan berhasil dilaksanakan dengan baik kendati kondisi lapangan becek. Seperti penyuluhan lingkungan hidup, kegiatan pionering, perkemahan, yel-yel, pentas seni budaya, bakti masyarakat, kegiatan penjelajahan dan halang rintang yang di dalamnya ada materi lomba tentang morse, shemapore, dan sandi.

Dalam upacara penutupan, regu putra SDN 5 Gundih dinobatkan menjadi tergiat I, disusul SDN 3 Juworo dan SDN 3 Monggot diiurutan III. Untuk regu putri tergiat I diraih oleh SDN 3 Gundih disusul SDN 1 Gundih dan SDN 3 Asemrudung.

Di level SMP/MTs, regu putra dari SMPN 1 Geyer menjadi tergiat I, disusul SMPN 2 Geyer dan SMPN 4 Geyer. Sedangkan tergiat I putrid diraih oleh SMPN 2 Geyer, diikuti SMPN 1 Geyerdan SMPN 4 Geyer.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →