Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pemuda Tuntut Pabrik Semen Hengkang dari Bumi Pati



Reporter:    /  @ 10:45:48  /  29 Oktober 2016

    Print       Email
Ratusan pemuda bergelora dalam kegiatan Kendeng Nancepke Sumpah Pemuda di Omah Sonokeling, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan pemuda bergelora dalam kegiatan Kendeng Nancepke Sumpah Pemuda di Omah Sonokeling, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi para pemuda yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) untuk menggelar serangkaian acara bertajuk “Kendeng Nancepke Sumpah Pemuda” di Omah Sonokeling, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jumat (28/10/2016).

Mereka melakukan penanaman pohon, pengucapan ikrar sumpah pemuda untuk menjaga bumi pertiwi agar tetap lestari dan menghelat panggung kesenian yang dimeriahkan Marjinal, Momo Biru, Budi Djarot, serta Rak Band. Semangat Sumpah Pemuda bergelora di sana.

Dayu Marantika, pemuda yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, pemuda harus berada di garda paling depan dalam menyelamatkan bumi pertiwi dari kerusakan dan kehancuran akibat pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Karena itu, para pemuda yang ikut dalam kegiatan tersebut bergelora dalam menyuarakan penolakan pabrik semen.

“Kita keras menolak pabrik semen. Bahkan, pemuda-pemuda di sini yang ikut semuanya menolak rencana pendirian pabrik semen. Tapi, mungkin ada penyusup-penyusup pro semen yang datang dan membuat kerusuhan itu bisa jadi ada,” kata Dayu.

Dalam perilaku, penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng tersebut dilakukan dengan menanam pohon. Lingkungan menjadi rumah bagi manusia, sehingga kerusakan lingkungan akibat pembangunan pabrik semen dianggap menjadi bencana besar bagi penduduk yang hidup di sekitarnya.

“Dalam sumpah pemuda ini, kami berharap jaringan muda terbangun, bukan hanya memaknai Sumpah Pemuda dengan hal-hal yang biasa. Pemuda harus kuat, terutama dalam menjaga bumi pertiwi agar tetap lestari,” imbuh Dayu.

Dalam kegiatan tersebut, dia menuntut dua hal. Pertama, surat salinan dari Mahkamah Agung (MA) harus segera diturunkan. Kedua, kasus rencana pendirian pabrik semen di Pati harus segera selesai di mana pabrik semen harus pergi dan hengkang dari Pati.

“Jangan sampai ada pabrik semen di Pati. Mereka harus pergi dari Pati, demi Pati Bumi Mina Tani dan kelestarian Pegunungan Kendeng untuk masa depan anak cucu generasi bangsa ke depan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Warga menikmati suasana di titik jalan yang baru selesai dibangun di Purwosari, Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →