Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini
SEJARAH KERAJAAN MEDANG KAMULAN DI GROBOGAN (13)

Ingin Mengungkap Keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Grobogan? Ini Langkah yang Harus Dilakukan



Reporter:    /  @ 09:15:58  /  29 Oktober 2016

    Print       Email
Bangunan kuno yang ditemukan di Bajarejo. Bangunan kuno ini sudah diurug kembali beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bangunan kuno yang ditemukan di Bajarejo. Bangunan kuno ini sudah diurug kembali beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya untuk mengungkap misteri Kerajaan Medang Kamulan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sangat mungkin untuk dilakukan. Caranya, dengan membongkar tanah yang ada di sekitar lokasi penemuan bangunan kuno dari tatanan batu bata di areal sawah Dusun Medang.

“Dari keterangan peneliti, tidak jauh dari lokasi ditemukannya pondasi kuno dari batu bata itu terdapat sebuah bangunan. Nah, untuk bisa mengungkapkan bangunan apa yang ada di situ harus menggali di sekitar kawasan tersebut. Pertanyaannya, mau apa tidak melakukan upaya ini,” kata Ketua Komunitas Grobogan Corner (GC) Badiatul Muchlisin Asti.

Untuk melakukan penggalian kawasan memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Di samping itu, butuh biaya dan peralatan yang memadai untuk menggali di areal sawah berbentuk teras siring itu.

Terkait dengan kondisi itu, pihaknya meminta Pemkab Grobogan untuk segera mengambil langkah terkait ditemukannya bangunan kuno tersebut. Sebab, bangunan itu sudah bisa dipastikan peninggalan zaman yang tidak ternilai harganya.

Menurutnya, penemuan bangunan kuno itu harus segera disikapi segera dan serius. Sebab, ini jadi momentum membangkitkan kembali legenda besar yang nyaris tenggelam akibat ketidakpedulian selama ini.

“Karena kurangnya kepedulian, benda-benda kuno yang ditemukan di sana sudah banyak yang dijual pada pihak lain. Nah, hal ini jangan sampai terulang lagi. Jadikan momen penemuan bangunan kuno untuk menyingkap misteri yang ada di Banjarejo,” katanya.

Bangunan kuno itu sendiri saat ini sudah kembali ditutup tanah. Sebab, areal sawah tempat ditemukannya benda tersebut dipakai pemiliknya untuk bercocok tanam. Meski ditutup namun titik tempat adanya bangunan sudah ditandai. Sehingga sewaktu-waktu bisa digali dengan tepat.

Sebelum ditutup, panjang bagunan yang bisa dilihat mencapai 40 meter. Membentang dari arah utara menuju ke selatan. Namun pada kenyataannya, bangunan kuno itu panjangnya belum ketahuan dengan pasti. Soalnya, beberapa waktu lalu sempat dilakukan penggalian beberapa titik lagi dengan radis 500 meter ke arah selatan. Di setiap titik penggalian ini masih saja ditemukan pondasi kuno.

“Saya tidak tahu berapa panjang sebenarnya bangunan kuno tersebut. Bisa jadi ada 1 km panjangnya. Kami berharap, pemerintah bisa turun tangan untuk menangani masalah ini sehingga bisa membuka tabir kerajaan Medang Kamulan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Ia menambahkan, bangunan kuno itu ditutup karena dikhawatirkan rusak jika terkena air hujan. Sebelum diuruk, bangunan itu ditutup dengan paranet atau karung plastik yang berpori dan kemudian diurug tipis dengan tanah. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →