Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Orasi di Depan Kantor Bupati Pati



Reporter:    /  @ 11:40:35  /  28 Oktober 2016

    Print       Email
Mahasiswa PMII Komisariat Joyokusumo STAIP menggelar orasi Sumpah Pemuda di depan Kantor Bupati Pati, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mahasiswa PMII Komisariat Joyokusumo STAIP menggelar orasi Sumpah Pemuda di depan Kantor Bupati Pati, Jumat (28/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyokusumo Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) menggelar orasi Sumpah Pemuda di depan Kantor Bupati Pati, Jumat (28/10/2016).

Mereka menggelorakan teks Sumpah Pemuda yang menegaskan kembali NKRI harga mati, satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air Indonesia. Mereka juga merefleksikan peran signifikan pemuda yang saat itu melahirkan kata “Indonesia” dalam menyatukan suku bangsa dari Sabang hingga Merauke.

Karena itu, mereka berorasi mengajak kepada pemuda untuk kembali menggelorakan semangat Sumpah Pemuda, menjadi pelopor perubahan sosial-politik di Indonesia yang lebih baik. Karena itu, pemuda modern diharapkan tidak tergerus oleh pola konsumerisme dan hedonisme hingga menyebabkan mereka apatis.

“Kami sangat sedih melihat eksistensi pemuda saat ini yang cenderung hedonis, konsumtif, suka dengan budaya asing dan mulai meninggalkan budaya luhur bangsa, hingga terjerumus pada narkoba. Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia akan hancur secara perlahan,” kata M Sutrisno, Ketua PMII Komisariat Joyokusumo STAIP Pati.

Menurutnya, Indonesia saat ini dilanda dengan beragam krisis, mulai dari ekonomi, politik, budaya, hingga krisis jati diri. Pada saat yang mencemaskan, para pemuda justru disebut-sebut larut dalam pertikaian kepentingan yang sempit, seperti konflik ideologi, suku, agama, kelompok, dan sebagainya.

“Konflik ideologi, suku, agama dan kelompok, apapun alasannya mencederai Sumpah Pemuda. Pada 28 Oktober 1928, mereka datang dari berbagai suku bangsa dan agama menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Maka, kalau ada pemuda yang mencerai-berai bangsa, mereka telah menghianati bangsa dan sumpah pemuda,” tandas Sutrisno.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →