Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Serap 29.300 Ton Beras, Bulog Grobogan Lampaui Target Pengadaan Pangan 2016



Reporter:    /  @ 08:35:05  /  28 Oktober 2016

    Print       Email
Salah seorang pekerja Gudang Bulog 104 Depok sedang menata stok beras hasil pengadaan 2016. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang pekerja Gudang Bulog 104 Depok sedang menata stok beras hasil pengadaan 2016. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Target penyerapan beras 2016 yang dibebankan Perum Bulog Gudang 104 Depok di Kecamatan Toroh berhasil dipenuhi. Sampai saat ini, beras yang berhasil diserap sebanyak 29.300 ton. Angka penyerapan ini melebihi target yang ditentukan sebelumnya sebesar 19.500 ton. Penyerapan beras Perum Bulog Gudang 104 Depok ini tertinggi di wilayah Sub Divre Jawa Tengah.

Kepala Gudang Bulog 104 Depok Zufron menyatakan, dibanding tahun 2015, hasil pengadaan tahun 2016 ini juga lebih besar. Sebab, tahun lalu hanya berhasil menyerap 26.700 ton.

Menurutnya, keberhasilan melewati target penyerapan beras yang dilakukan, tidak lepas dari bagusnya hasil panen padi para petani Groboogan. Baik pada musim tanam pertama (MT-1) dan MT-II.

“Hasil panen kali ini kualitasnya cukup bagus. Kondisi ini menjadikan beras yang disetor oleh mitra Bulog Grobogan hanya sebagian kecil yang ditolak,” kata Zufron didampingi Koordinator Petugas Pemeriksa Kualitas (PPK) Ahmad Aris Budiyanto.

Mengenai harga pembelian beras dari petani melalui para mitra Bulog tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 7.300 perkilogram. Harga tersebut sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015.

Namun untuk mendapatkan harga sebesar itu ada syarat yang ditentukan. Seperti, kadar air (KA) maksimal 14 persen, broken 20 persen, drajad sosoh (DS) 95 persen dan butir menir maksimal 2 persen.

Zufron menerangkan, stok beras yang ada di gudang saat ini masih 15.500 ton. Sebab, dari penyerapan sebesar 29.300 ton tersebut, sebagian diantaranya sudah digunakan untuk jatah raskin di Grobogan yang kebutuhannya mencapai 1.788 ton per bulan.Selain itu, stok beras juga dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan daerah lain yang kekurangan stok beras.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikulturan (Dinpertan TPH) Grobogan Edhie Sudaryanto, membenarkan jika kualitas hasil panen padi MT-1 dan MT-II cukup baik. Dimana, hasil panen padi petani tahun 2016 sekitar 799.250 ton atau setara 479.000 ton beras. Dengan produksi sebanyak itu, Grobogan surplus beras untuk menopang stok pangan nasional.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →