Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Nelayan Cantrang di Rembang Mulai Urus Izin Peralihan Alat Tangkap Ikan



Reporter:    /  @ 12:23:44  /  27 Oktober 2016

    Print       Email
 Kepala Pelabuhan Perikanan Tasik Agung Rembang Sukoco. Dirinya menyatakan, jika saat ini sebagian nelayan cantrang di Rembang mulai mengurus perizinan peralihan alat tangkap ikan dari cantrang ke lainnya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kepala Pelabuhan Perikanan Tasik Agung Rembang Sukoco. Dirinya menyatakan, jika saat ini sebagian nelayan cantrang di Rembang mulai mengurus perizinan peralihan alat tangkap ikan dari cantrang ke lainnya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Mendekati berakhirnya masa toleransi yang diberikan pemerintah terhadap nelayan cantrang pada akhir 2016 ini, sebagian nelayan cantrang di Rembang mulai mengurus izin peralihan alat tangkap.

Menurut Kepala Pelabuhan Perikanan Tasik Agung Rembang Sukoco, dari 159 kapal cantrang, 33 di antaranya sudah mulai mengurus perizinan. “Meski jumlahnya masih terhitung sedikit, namun, kita apresiasi mereka sudah mulai mengurus perizinan untuk beralih ke alat tangkap lain,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, sesuai Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, di situ jelas ada larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets). “Sebenarnya larangan ini diberlakukan pada tahun lalu, namum saat itu pihak pemerintah memberikan kelonggaran waktu hingga 2016. Oleh sebab itu, di akhir tahun 2016 ini kita harus tegas untuk memberikan sosialisasi dan menyetop izin cantrang tersebut. Sebab kelonggaran waktu itu sudah habis,” bebernya.

Perlu diketahui alat penangkap ikan pada kapal cantrang yang dilarang oleh pemerintah sesuai dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 yakni  berupa  pukat hela (trawls) pukat hela dasar (bottom trawls), pukat hela pertengahan (midwater trawls), pukat hela kembar berpapan (otter twin trawls) dan pukat dorong. Selain itu ada juga pukat yang berjenis hela dasar (bottom trawls) pukat hela dasar berpalang (beam trawls), pukat hela dasar berpapan (otter trawls), pukat hela dasar dua kapal (pair trawls), nephrops trawls, dan pukat hela dasar udang (shrimp trawls), berupa pukat udang.

Dia menambahkan, untuk yang pukat jenis tarik, itu juga sangat dilarang oleh pemerintah. “Seperti halnya pukat tarik pantai (beach seines), pukat tarik berkapal (boat or vessel seines), pukat tarik berkapal (boat or vessel), dogol (danish seines), scottish seines, pair seines, payang, cantrang, dan lampara dasar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →