Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Puluhan Pelajar di Grobogan Ikut Selamatkan Kesenian Tari Angguk dari Ancaman Kepunahan



Reporter:    /  @ 20:31:27  /  26 Oktober 2016

    Print       Email
Salah satu tim sedang unjuk kebolehan dalam lomba tari angguk yang digelar Disporabudpar Grobogan, Rabu (26/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu tim sedang unjuk kebolehan dalam lomba tari angguk yang digelar Disporabudpar Grobogan, Rabu (26/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan untuk melestarikan kesenian tari angguk melalui sebuah lomba dinilai berhasil. Dalam lomba kesenian tari angguk yang digelar Rabu (26/10/2016) diikuti banyak peserta.

“Peserta lomba berasal dari 30 sekolah, terdiri 20 sekolah tingkat SMP dan 10 SMA. Masing-masing tim sekolah ini berisi dua penari. Jadi total pelajar yang memainkan tari angguk ada 60 orang. Hal ini saya rasa cukup menggembirakan,” kata Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto, disela-sela pelaksanaan lomba yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi itu.

Pelaksanaan lomba yang dilangsungkan dari pagi hingga sore juga berjalan meriah. Dalam lomba tersebut, peserta dari tingkatan SMA mendapat kesempatan tampil lebih dulu.

Setelah itu baru diteruskan untuk lomba tingkatan SMP. Masing-masing peserta yang memakai perlengakapan khas berupa kacamata dan kipas itu memainkan tarian selama 7 menit.

Dalam lomba tersebut, tim dari SMAN 1 Purwodadi akhirnya berhasil meraih juara I. Disusul berikutnya, SMAN 1 Toroh dan SMAN 1 Pulokulon. Sedangkan di kelompok SMP, juara I diraih tim dari SMPN 1 Grobogan. Urutan berikutnya diraih SMPN 1 Godong dan SMPN 1 Penawangan.

Marwoto menyatakan, sebelum pelaksanaan lomba, pihaknya sudah menggelar pelatihan tari angguk buat 50 guru kesenian tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Pelatihan yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya itu dilakukan selama tiga hari, dari 1-3 September lalu.

Setelah selesai mengikuti pelatihan tari angguk, para guru kesenian tersebut dibebani tugas khusus. Yakni, menularkan ilmu yang didapat dengan melatih tari angguk pada murid-muridnya. Setelah dapat pelatihan, murid-murid tersebut nantinya akan diikutkan dalam lomba tari angguk untuk pelajar.

“Jadi setelah kita latih, para guru kesenian ini gantian melatih anak didiknya masing-masing. Hasil latihan dari guru akan kita lihat lebih lanjut dalam ajang lomba hari ini,” sambungnya.

Pembinaan yang diteruskan dengan lomba tari angguk itu dilatarbelakangi dengan ancaman kepunahan kesenian warisan nenek moyang tersebut akibat era globalisasi. Beberapa tahun lalu, grup kesenian tari angguk di Grobogan ada puluhan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain, Kecamatan Godong, Grobogan, Kradenan, dan Pulokulon.

“Dulu, grup kesenian tari angguk ini banyak sekali. Sekarang memang masih ada tetapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Itupun, pemainnya sudah generasi lama. Lomba ini kita lakukan sebagai upaya menghidupkan lagi kesenian tari angguk,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →