Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Saluran Irigasi di Undaan Lor dan Wates Kudus Akan Diuruk



Reporter:    /  @ 17:00:16  /  26 Oktober 2016

    Print       Email
Warga berada di lahan sawah di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di lahan sawah di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Undaan, Kudus, Rifai,  mengatakan, saluran irigasi yang memisahkan Desa Wates dan Undaan Lor, Kecamatan Undaan, sudah mulai diuruk. Waktu pengurukan diperkirakan mencapai sebulan.

“Melihat panjangnya saluran yang harus dikeruk, maka membutuhkan waktu sampai dengan sebulan lamanya. Apalagi alat berat yang datang cukup kecil sehingga membutuhkan waktu lebih banyak,” kata Rifai saat mendatangi lokasi.

Menurutnya, normalisasi sudah dilakukan mulai kemarin. Adapun panjang yang harus dinormalisasi sekitar 2,5 kilometer. Normalisasi mengenai sawah milik warga Undaan Lor dan juga Wates.

Sebelumnya, usai Bupati Kudus Musthofa datang ke lokasi menyelesaikan perkara, normalisasi dengan membuat saluran  tidak kunjung dilakukan. Perselisihan antara dua desa masih berlanjut.

Namun, setelah Camat Undaan Catur Widiyatno mendatangi lokasi lagi beberapa waktu yang lalu, kedua desa akhirnya sepakat kembali dan pengerukan pun akan dilakukan.

Permasalahan tersebut muncul karena Kades Wates khawatir kalau pengurukan yang masuk wilayah Undaan Lor tidak disetujui warga. Sehingga apa yang dilakukan akan sia-sia.

“Undaan Lor sudah sepakat, jika tidak sepakat atau ada masalah, maka akan kami buatkan saluran air yang masuk ke saluran irigasi sawah Undaan Lor,” ungkapan.

Secara lokasi, sawah Undaan Lor memang lebih rendah ketimbang Wates. Saluran dibuat untuk menyelamatkan petani Wates dalam tanam. Sementara jika air dibuang ke Undaan Lor, maka dapat membanjiri sawah Undaan Lor yang struktur tanah lebih rendah.

Kades Undaan Lor Edy Pranoto menambahkan, pihak petani tidak ada masalah tentang pengurukan. Hanya, dia berharap pengurukan lebih dalam sehingga dapat digunakan dalam waktu yang  lama.

“Kalau perlu sampai 1,5 meter biar mampu menampung banyak dan air dapat mengalir,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →